
Kita Tekno – , DAVOS — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump secara resmi meluncurkan inisiatif “Dewan Perdamaian” di Davos, Swiss pada hari Kamis (22/1/2026). Dia menyebutnya, sebagai “hari yang sangat menggembirakan, yang telah lama dinantikan”.
Dewan tersebut berawal dari rencana gencatan senjata Gaza berisi 20 poin yang digagas Trump dan didukung oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tetapi, Dewan Perdamaian itu telah berkembang jauh melampaui mandat awalnya.
“Kita akan memiliki perdamaian di dunia,” umumkan Trump dikutip dari Euronews. “Dan kita semua adalah bintang.”
“Setahun yang lalu dunia benar-benar terbakar, banyak orang tidak mengetahuinya,” kata Trump dalam pidato pembukaannya. Namun “banyak hal baik yang terjadi” dan ancaman di seluruh dunia “benar-benar mereda,” kata Trump melanjutkan.
Ditemani oleh para pemimpin negara anggota pendiri Dewan, termasuk Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Hungaria Viktor Orban, Trump juga memuji kerja pemerintahannya, “menyelesaikan delapan perang.” Dia menambahkan bahwa “banyak kemajuan” telah dicapai untuk mengakhiri perang habis-habisan Rusia di Ukraina.
Di sela Forum Ekonomi Dunia, Trump juga bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk mencoba memajukan rencana mengakhiri perang dengan Rusia. Pada saat bersamaan, Utusan Khusus Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, diperkirakan bertemu kemudian dengan pemimpin Rusia, Presiden Vladimir V Putin, di Moskow.