Update longsor Cisarua Bandung Barat: 27 kantong jenazah dievakuasi

Photo of author

By AdminTekno

Bencana longsor menerjang Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Dilaporkan sebanyak 98 orang hilang.

Berdasarkan laporan di lapangan, tim gabungan telah mengevakuasi 27 kantong jenazah hingga Minggu (25/1) pukul 10.39 WIB.

Berikut rinciannya:

  • Sabtu (24/1): 11 kantong jenazah

  • Minggu (25/1): 16 kantong jenazah

“Sebanyak 6 jenazah utuh dan 1 bagian tubuh telah berhasil diidentifikasi, sementara 8 jenazah dan 1 bagian tubuh lainnya masih dalam proses identifikasi,” kata Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Minggu (25/1).

Truno mengatakan, Polri menerjunkan Detasemen K9 Unit SAR Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu.

Pengerahan kekuatan ini merupakan bagian dari upaya respons cepat Polri dalam misi kemanusiaan, sekaligus wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

Sebanyak 20 personel Den K-9 SAR diterjunkan, dipimpin Iptu Erasmus selaku Katim K-9, didukung tim veteriner, para handler, pelindung, serta pengemudi, dengan kekuatan 6 ekor satwa pelacak K9, yakni Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, dan Sita, yang memiliki keahlian utama cadaver search atau pencarian korban meninggal dunia.

Dalam mendukung mobilitas di medan bencana, tim K-9 SAR dilengkapi sarana operasional berupa 1 unit truk boks dan 4 unit kendaraan ransus Navara K-9, guna menjamin kecepatan, ketepatan, dan efektivitas pergerakan di medan operasi.

“Pengerahan Den K-9 SAR ini adalah bentuk nyata kehadiran negara melalui Polri dalam misi kemanusiaan. Kami memastikan seluruh kekuatan dikerahkan secara maksimal, cepat, dan terukur agar seluruh korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi. Ini merupakan implementasi Transformasi Polri Presisi yang menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama,” ujar Trunoyudo.

Perkuat DVI dan Inafis

Selain itu, Polda Jawa Barat dalam rangka percepatan identifikasi korban, mengajukan dukungan tambahan berupa 1 Unit Disaster Victim Identification (DVI) dan 1 Unit Inafis dari Mabes Polri, khususnya untuk membantu proses identifikasi korban dari unsur TNI.

Kebutuhan logistik masyarakat terdampak akan terus dipenuhi secara maksimal melalui sinergi BPBD, Basarnas, Pemprov Jawa Barat, Pemkab Bandung Barat, serta dukungan Ketua Umum Bhayangkari, PD Bhayangkari, dan Polda Jawa Barat, guna memastikan keberlangsungan pemulihan dan terpenuhinya kebutuhan dasar warga.

Trunoyudo menegaskan, Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam misi kemanusiaan.

Leave a Comment