
Kita Tekno – , JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahannya seiring pembekuan rebalancing dari penyedia indeks global MSCI.
Berdasarkan data Bloomberg, IHSG dibuka turun tajam 5,09% menuju level 7.896 pada pukul 09.04 WIB. IHSG resmi meninggalkan level 8.000 dengan 64 saham menguat, 552 saham melemah, dan 74 saham stagnan. Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat Rp14.302,72 triliun.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menjelaskan secara teknikal, tekanan kepada IHSG ini cukup kuat untuk mendorong komposit masuk fase konsolidasi lanjutan, dengan area 8.050–8.000 sebagai zona uji psikologis dan teknikal.
“Selama belum ada respons regulasi yang konkret dan kredibel dari BEI maupun OJK terkait transparansi kepemilikan, relief rally berpotensi rapuh dan cepat dijual,” ujar Liza, Rabu (28/1/2026).
: Menanti Langkah Purbaya Rombak Pasar Modal Usai IHSG Ambrol Kena Sentimen MSCI
Relief rally adalah istilah yang merujuk pada reli pemulihan atau jeda dari aksi jual pasar yang lebih luas yang mengakibatkan harga sekuritas naik sementara.
Dalam jangka menengah, lanjutnya, arah pasar akan lebih ditentukan oleh respons kebijakan dibanding narasi. Liza menuturkan jika regulator mampu meningkatkan granularitas data kepemilikan, menekan risiko konsentrasi serta transaksi terkoordinasi, dan meyakinkan MSCI sebelum Mei 2026, maka tekanan dapat mereda dan risk premium mulai turun.
“Sebaliknya, jika isu ini berlarut, IHSG berisiko underperform dibanding regional peers meskipun kondisi makro domestik relatif stabil,” ucap Liza.
Menurut Liza, selama IHSG masih berpotensi konsolidasi ke area 8.050–8.000, pendekatan paling rasional adalah wait and see, bukan menangkap pisau yang jatuh atau catching the falling knife.
“Valuasi big caps bisa mulai menarik, namun timing tetap krusial karena aliran dana asing belum stabil,” tutur Liza.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.