
Maraknya penggunaan N2O di masyarakat menjadi alarm keras mengenai bahaya penyalahgunaan gas Nitrous Oxide (N2O) atau yang populer disebut gas tertawa.
Polisi mengingatkan mencari sensasi “fly” menggunakan gas ini sangat berisiko fatal bagi keselamatan jiwa.
Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Zulkarnain Harahap, mengungkapkan banyak masyarakat yang salah kaprah menganggap gas dalam tabung whipped cream tersebut aman karena digunakan di dunia medis.
“Pemahaman penggunaan gas N2O dalam tabung Whipping sering disalahpahami, seperti aman karena digunakan di dunia medis, tidak menyebabkan ketergantungan, atau efeknya singkat sehingga tidak berbahaya. Pemahaman tersebut keliru dan berisiko tinggi,” tegas Zulkarnain saat paparan di Polres Jakarta Selatan saat konferensi pers terkait meninggalnya Lula Lahfah, Jumat (30/1).
Zulkarnain menjelaskan, alih-alih mendapatkan kesenangan, menghirup N2O secara bebas dapat memicu berbagai gangguan kesehatan serius hingga kematian.
“Penggunaan gas NO2 dapat menimbulkan risiko terhadap tubuh seperti hipoksia, kemudian neuropati, kemudian frostbite, kemudian defisiensi vitamin B12 dan lain-lain,” tambahnya.
Dalam kasus Lula Lahfah, polisi menemukan tabung gas N2O berwarna pink dalam kondisi kosong di lokasi kejadian. Zulkarnain mengimbau masyarakat untuk mencari hiburan dengan cara yang lebih sehat.
“Kami mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tidak menggunakan nitrogen oksida atau N2O atau Whipping dengan tujuan untuk mendapatkan euforia, dikarenakan akan menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan jiwa. Tentunya untuk mendapatkan kegembiraan dan kesenangan masih banyak cara yang lain dan yang sehat,” pungkasnya.
