Baru akui anak kandung, Denada ungkap alasan tak asuh Ressa sejak bayi, kini menyesal: Saya khilaf

Photo of author

By AdminTekno

Ringkasan Berita:

  • Denada Tambunan akhirnya membeberkan alasan pribadi yang membuatnya tidak mampu membesarkan Ressa.
  • Menurut Denada, kondisi kejiwaannya pada masa itu menjadi faktor utama di balik keputusan berat tersebut.
  • Kini Denada pun mengungkap penyesalannya.

Kita Tekno  Denada Tambunan akhirnya membeberkan alasan pribadi yang membuatnya tidak mampu membesarkan Ressa Rizky Rossano sejak masih bayi.

Menurut Denada, kondisi kejiwaannya pada masa itu menjadi faktor utama di balik keputusan berat tersebut.

Ia mengaku berada dalam keadaan psikis yang tidak memungkinkan untuk menjalani peran sebagai seorang ibu.

Pengakuan itu disampaikan Denada melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Dalam pernyataannya, Denada menuturkan penyesalan mendalam kepada Ressa.

“Dan saya betul-betul minta maaf kepada Resa karena Resa tidak hidup bersama saya dari mulai dia masih bayi. 

Saat itu kondisi psikis saya sedang tidak layak,” katanya, lewat Instagram miliknya, Senin (2/2/22026).

Pada kesempatan tersebut, Denada juga secara terbuka mengakui bahwa Ressa Rizky Rossano adalah anak kandungnya.

Ia menyadari keterlambatan pengakuan itu telah menimbulkan luka mendalam.

Denada pun menyampaikan permintaan maaf karena baru sekarang berani menyampaikan kebenaran tersebut.

Selain menyesali ketidakmampuannya membesarkan Ressa, Denada mengaku menyesal karena terlalu lama menyimpan fakta penting itu.

Ia menyebut keputusan tersebut sebagai kesalahan besar dalam hidupnya.

“Saya juga ingin minta maaf kepada Ressa karena baru saat ini, setelah sekian lama, baru saat ini saya memberitahukan Ressa bahwa saya adalah ibu kandungnya. Itu kesalahan saya, itu kebodohan saya, itu kekhilafan saya, dan saya minta maaf,” tuturnya.

Denada mengakui bahwa sikap diamnya selama ini merupakan bentuk kekhilafan yang tidak bisa dibenarkan.

“Itu kesalahan saya, itu kebodohan saya, itu kekhilafan saya, dan saya minta maaf,” ungkap Denada.

Kini, Denada hanya bisa menyerahkan segalanya pada waktu dan ketulusan hati Ressa.

Ia berharap sang putra dapat membuka pintu maaf untuknya.

“Saat ini saya cuma bisa berdoa dan saya hanya bisa berharap semoga Ressa mau memaafkan saya dan menerima saya, ibu kandungnya, dengan segala kekurangan saya,” kata Denada.

Tak hanya kepada Ressa, Denada juga menyampaikan permintaan maaf kepada keluarganya.

Ia memohon ampun kepada almarhumah ibunya atas keputusan yang pernah diambil di masa lalu.

“Saya juga minta maaf kepada almarhum Mama, dan kepada semua adik-adik saya. Semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa dan khilaf saya,” tutup Denada.

Diketahui sebelumnya, Ressa Rizky Rossano telah menggugat Denada ke Pengadilan Negeri Banyuwangi.

Gugatan itu diajukan atas dugaan penelantaran anak yang diyakini Ressa telah dialaminya.

Keyakinan tersebut muncul karena Ressa percaya Denada adalah ibu kandungnya.

Selama ini, Ressa dibesarkan oleh tante Denada, Ratih Puspita Dewi, yang mengasuhnya sejak berusia 10 hari hingga dewasa.

Ressa Ingin Diakui Anak

Sebelumnya diberitakan, Ressa Rizky Rossano menangis mengungkap satu keinginannya untuk mendengar penyanyi Denada bisa mengakuinya sebagai anak. 

Sejak tahu bahwa Denada adalah ibu kandungnya saat ia masih duduk di bangku SMP, Ressa hanya bisa memanggil Denada dengan sebutan ‘mbak’. 

“Disuruh manggil ‘Mbak,'” ujar Ressa di Curhat Bang Denny Sumargo. 

“Sebetulnya mulai dulu (ingin) pengakuan. Tapi kan Ressa bingung mau ngomongnya gimana?” kata Ressa. 

Terlebih Ressa melihat sendiri perjuangan Denada untuk kesembuhan Aisha, yang diakuinya membuatnya merasa diperlakukan berbeda. 

“Aku sih enggak iri atau gimana, cuma lihat dari posisi Aisha sama Ressa sendiri kan berbeda,” ucap Ressa. 

“Kenapa Ressa kok yang dibuang?” tanya Ressa yang kemudian mulai meneteskan air mata. 

Ressa mengaku, andai dia diakui, dia mau saja membantu merawat Aisha sebagai adiknya.

“Seharusnya, jelas sebagai kakaknya Aisha, dulu Aisha sakit bisa juga Ressa yang bantu ngejagain,” ujar Ressa. 

Dia juga menegaskan, kemunculannya saat ini setelah 24 tahun bukan karena uang, karena yang diinginkan dan ditunggu dari dulu adalah pengakuan dari Denada sendiri. 

“Kalau masalah uang, Ressa enggak minta uang. Cuma ya gimana ya kok sampai maaf kok sampai sejahat ini gitu,” kata Ressa. 

“Ressa bisa cari uang sendiri, bisa kerja sendiri. Cuma untuk ketenangan hati selama ini, Ressa, tunggu mulai dulu. Sampai detik sekarang pun ibu enggak mau ngakuin,” ucapnya. 

Siap menjalani tes DNA, Ressa juga mengaku pasrah jika kedepannya Denada tetap bersikeras tak mau mengakuinya sebagai anak. 

“Ya enggak apa-apa (tidak diakui),” kata Ressa. 

“Sedih pasti tapi mau gimana lagi,” imbuhnya pasrah. 

Bagi Ressa, dia juga tak bermimpi untuk bisa tinggal bersama Denada, karena tinggal bersama orangtuanya yang sekarang sudah cukup baginya. 

“Aku pokoknya enggak benci (Denada). Bagaimanapun tetap ibu Ressa,” tutur Ressa sambil menghapus air mata.

Ressa Tutup Pintu Damai

Seiring dengan gagalnya proses mediasi yang telah berlangsung empat kali tanpa satu kali pun kehadiran Denada itu, pihak Ressa menyatakan menutup pintu damai. 

Meski dalam momen tersebut, kuasa hukum Denada membenarkan bahwa Ressa adalah anak Denada dan menyatakan bahwa perempuan kelahiran 19 Desember 1978 tersebut tak pernah tak mengakui Ressa.

“Ketika kemarin saya sudah membuka pintu mediasi dan peluang terjadinya perdamaian di tingkat mediasi serta mengoptimalkan upaya mediasi, sekarang sudah tertutup,” kata kuasa hukum Ressa, Ronald Armada.

Ronald sendiri adalah menantu dari tante Denada, Ratih, yang selama ini merawat Ressa dan turut menjadi penggugat Denada bersama sang suami, Dino.

Ronald menyebutkan bahwa sebelum menutup pintu damai, ia telah mengupayakan berbagai hal, hingga mengajukan pertambahan waktu mediasi.

Namun hingga proses mediasi berakhir, pihak Denada terus bergeming dari upaya-upaya damai yang telah coba ditawarkan, termasuk mediasi melalui video call yang ditawarkan oleh PN Banyuwangi pun tak ditanggapi. 

“Sekarang pintu saya terbuka untuk bermain di ranah persidangan, yang kita harus fight. Kalau fight, ada yang jatuh ada yang tidak. Karena mereka inisiasinya seperti itu, ya monggo,” tegas Ronald. 

Ia juga meminta maaf karena opsi terakhir tersebut akhirnya dipilih.

“Mohon maaf mbak Dena. Tidak ada inisiasi saya menjatuhkan sampean. Tetapi sampean yang mengkondisikan dan sampean yang meminta dan memaksa saya bertindak seperti ini,” tandasnya.

(TribunNewsmaker.com/ TribunSumsel)

Leave a Comment