Kemendikdasmen harap manajemen talenta lahirkan peraih Nobel dari Indonesia

Photo of author

By AdminTekno

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berharap kebijakan manajemen talenta yang diatur dalam Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 tetang Manajemen Talenta Murid dapat menjadi investasi jangka panjang untuk melahirkan anak-anak bangsa yang mampu meraih penghargaan Nobel di masa depan.

Permen ini sebagai kebijakan strategis untuk mengelola bakat, minat, dan kemampuan terbaik murid secara terencana, terstruktur, dan berkelanjutan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Permen ini menggantikan Permendikbudristek Nomor 71 Tahun 2024 tentang Manajemen Talenta Peserta Didik.

Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kemendikdasmen, Biyanto mengatakan manajemen talenta yang diundangkan dalam regulasi tersebut tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga mencakup pengembangan talenta nonakademik.

“Di samping kita ingin menyiapkan anak-anak didik kita untuk punya prestasi nasional dan internasional secara akademik, bahkan mudah-mudahan melalui Permen ini dan fasilitas kementerian, juga partisipasi serta yang dilakukan oleh berbagai pihak termasuk pemerintah daerah, mudah-mudahan pada saatnya kita bisa melahirkan anak-anak bangsa kita yang bisa meraih hadiah Nobel,” kata Biyanto dalam silaturahmi Kemendikdasmen dengan Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Senin (2/2).

Biyanto menyebut Indonesia hingga kini belum pernah melahirkan peraih Nobel dari berbagai bidang. Karena itu, kebijakan pengelolaan talenta sejak pendidikan dasar dan menengah dipandang sebagai langkah strategis untuk membangun fondasi prestasi jangka panjang.

“Rasanya belum pernah ya, Indonesia lahir dari bumi tercinta kita ini lahir meraih hadiah Nobel dalam berbagai bidang, belum pernah,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa investasi yang ditanam melalui kebijakan manajemen talenta diharapkan dapat membuahkan hasil pada masa mendatang, tidak hanya dalam bentuk prestasi akademik, tetapi juga di berbagai bidang lain.

“Yang kita tanam hari ini, mudah-mudahan investasi jangka panjangnya pada akhirnya bisa melahirkan anak-anak hebat yang bukan hanya mengharumkan daerahnya masing-masing tapi juga melahirkan anak-anak yang bisa mengharumkan nama negara yang kita cintai ini di level dunia,” kata dia.

Menurut Biyanto, peluang lahirnya talenta berprestasi dunia terbuka baik di ranah akademik maupun nonakademik, seperti seni budaya dan olahraga. Ia menilai regulasi ini menjadi payung penting untuk memastikan pengembangan potensi anak-anak Indonesia berjalan terarah dan berkelanjutan.

“Ada seni budaya, olahraga yang sangat banyak. Bahkan kami dengar beberapa cabang olahraga di Kementerian Olahraga diserahkan ke kita ya untuk kemudian pada saatnya nanti akan kita fasilitasi proses pembimbingannya,” ucapnya.

Kepala Pusat Prestasi Nasional Maria Veronica Irene menambahkan, hal ini masih dibahas dan belum dialihkan secara resmi kepada Kemendikdasmen.

“Kemarin tahapannya masih dalam masa transisi, masih dalam pembahasan. Bukan dialihkan, artinya fokus pembinaan karena sasarannya murid. Makanya itu harapannya bisa didukung oleh Kemendikdasmen cabornya secara umum dikerjakan bareng, cuman ini sasarannya aja. Jika sasarannya anak-anak, Kemendikdasmen bisa support,” ujar dia.

Leave a Comment