Cinta hingga akhir hayat: Hoegeng dan istri akan dimakamkan berdampingan

Photo of author

By AdminTekno

Meriyanti Roeslani, istri Kapolri pertama Hoegeng Imam Santoso, wafat di usia 100 tahun, pada Selasa (3/2) siang. Ia akan dimakamkan bersebelahan dengan suaminya di Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giri Tama, Kabupaten Bogor pada Rabu (4/2).

Anak kedua Hoegeng, Aditya S. Hoegeng menyampaikan, ternyata ini adalah salah satu pesan terakhir Hoegeng terkait peristirahatan terakhirnya. Karena sebenarnya, Hoegeng layak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan atas jasa-jasa yang telah ia berikan.

Tapi Hoegeng punya pandangan lain. Ia ingin makamnya berdampingan dengan Meriyanti.

“Justru kenapa Bapak tidak mau dimakamkan di Makam Pahlawan, pesan bapak adalah ‘Kalau saya dimakamkan di Makam Pahlawan, Ibumu tidak ada di sebelah saya’,” kata Aditya menirukan ucapan ayahnya saat ditemui di rumah duka, kawasan Pesona Khayangan State, Depok, Selasa (3/2).

“Karena jatahnya kan cuma untuk Almarhum (Hoegeng), Ibu tidak ada jatah. Jadi memang pilihan beliau lah untuk dimakamkan di Tonjong itu,” tambahnya.

Meriyati meninggal dunia di usia ke-100, karena faktor tua dan sakit. Kata Aditya, ibunya telah menderita sakit sejak 2020.

“Ya, gimana, sakit karena sudah sepuh, cedera parah dari 2020. Bayangin, 6 tahun di tempat tidur,” ucap Aditya.

Sebelum menutup usia, Meriyati sempat dirawat di rumah sakit sebanyak dua kali. Jenazah Meriyati telah disemayamkan di rumah duka Pesona Khayangan State, Depok setelah sebelumnya dari RS Polri. Mendiang akan dimakamkan pada Rabu (4/2).

Leave a Comment