Timnas Futsal Indonesia baru saja menorehkan tinta emas dalam sejarah Piala Asia Futsal. Mereka berhasil melangkah ke babak semifinal untuk pertama kalinya setelah menumbangkan Vietnam dalam laga perempat final yang mendebarkan. Pertandingan yang digelar di Indonesia Arena pada Selasa (3/2) tersebut berakhir dengan skor tipis 3-2 untuk keunggulan Garuda. Kemenangan ini sontak memicu euforia, namun tantangan sesungguhnya telah menanti: menghadapi raksasa futsal Asia, Jepang, yang dikenal sebagai salah satu tim favorit juara.
Di tengah gegap gempita kelolosan ini, Hector Souto, pelatih kepala Timnas Futsal Indonesia, menyampaikan pesan yang tegas dan membumi melalui akun media sosialnya. Pelatih asal Spanyol tersebut menyoroti bahwa capaian saat ini, meski bersejarah, belum sepenuhnya “mencetak sejarah” jika tim asuhannya belum mampu menaklukkan Jepang di babak semifinal. Sebuah pernyataan yang membakar semangat sekaligus mengingatkan akan target yang lebih tinggi.
Dalam unggahannya di Instagram, Souto membagikan pandangannya tentang arti sebenarnya dari “mencetak sejarah” di kancah futsal nasional. “Percaya atau tidak, tim ini sudah mencetak sejarah. Namun, apa sebenarnya arti mencetak sejarah? Jika hampir tidak ada yang mengingat runner-up, bayangkan seorang semifinalis. Karena itu, kita harus memahami bahwa kita hanya akan benar-benar mencetak sejarah jika mampu memainkan pertandingan yang sempurna melawan Jepang,” tulisnya. Pernyataan ini menunjukkan ambisi besar dan tekad untuk tidak cepat berpuas diri.
Souto juga secara gamblang mengungkapkan kejengkelannya terhadap pola kritik dan pujian yang cenderung ekstrem di kalangan pecinta futsal Indonesia. Ia menyoroti adanya kritik yang sangat keras saat tim bermain bagus namun tidak menang, sebaliknya pujian yang berlebihan diberikan meskipun performa tim tidak maksimal. Baginya, tim nasional ini sedang berjuang keras untuk mendorong batas futsal nasional ke tingkat yang belum pernah dicapai sebelumnya, sebuah fakta yang terkadang luput dari pandangan para pengkritik.
Yang menarik, Souto juga membeberkan bagaimana pandangan pelatih lawan terhadap Timnas Futsal Indonesia. Di level internasional, para pelatih lawan menilai Garuda sebagai tim yang sangat terorganisir, sulit dikalahkan, dan memiliki banyak variasi dalam situasi permainan. Pengakuan ini tentu menjadi bukti nyata kerja keras dan progres yang telah dicapai tim di bawah asuhan Souto.
Kini, seluruh fokus Hector Souto dan skuad Timnas Futsal Indonesia tertuju pada laga semifinal kontra Jepang yang akan dihelat pada 5 Februari, juga di Indonesia Arena. Dengan keyakinan penuh, Souto menegaskan bahwa ia mampu membawa tim ini ke level yang lebih tinggi, bahkan sampai hari terakhir kompetisi. “Saya yakin kami bisa menunjukkan level yang sangat tinggi,” pungkasnya, menyiratkan optimisme untuk meraih kejutan di ajang prestisius ini.
Perjalanan Timnas Futsal Indonesia di Piala Asia Futsal 2026 sendiri tidak mudah. Mereka berhasil meraih dua kemenangan penting di fase grup saat melawan Korea Selatan dan Kirgistan. Sempat bermain imbang dengan Irak di penyisihan Grup A, Timnas Futsal Indonesia kemudian menunjukkan mental juara dengan mengalahkan Vietnam di perempat final, sebelum kini bersiap menghadapi tantangan besar melawan Jepang di babak semifinal.