
Fakta mengejutkan terungkap di pusat penipuan daring (online scam) di O’Smach, Kamboja. Demi meyakinkan para korbannya, pelaku membangun studio yang dirancang menyerupai kantor polisi, lengkap dengan penggunaan seragam polisi palsu dari berbagai negara.
Salah satu yang dipalsukan adalah seragam Kepolisian Republik Indonesia (Polri) maupun kantornya. Seragam cokelat itu tidak begitu mirip dengan seragam Polri, tapi ada bordiran tulisan ‘Polri’ dan tanda pangkat bertuliskan ‘Polri’ demi menciptakan kesan otoritas yang meyakinkan di mata korban.
Dikutip dari Associated Press (AP) pada (4/2), kompleks penipuan daring tersebut ditinggalkan secara terburu-buru oleh operatornya setelah militer Thailand mengambil kendali atas wilayah perbatasan tersebut menyusul konflik bersenjata baru-baru ini.
Pada Senin (2/2), militer Thailand memasuki pusat penipuan lintas negara itu. Foto yang dilansir AP menunjukkan tentara Thailand berjalan melewati seragam polisi dan latar belakang kantor polisi tiruan di dalam sebuah bangunan yang sebelumnya digunakan oleh sindikat penipuan daring.
“Ruangan-ruangan ini dirancang untuk meniru kantor polisi dari berbagai negara, termasuk Indonesia dan Singapura, guna menipu korban melalui panggilan video,” lapor AP.

Para penipu menggunakan seragam dan latar belakang ini untuk menyamar sebagai petugas penegak hukum saat memeras uang dari korban di luar negeri.
Terlihat juga peralatan komputer dan telepon genggam yang rusak berserakan.
Adapun set studio “kantor polisi” untuk penipuan mencakup bendera nasional dan logo resmi untuk meyakinkan korban bahwa mereka sedang berbicara dengan otoritas dari negara mereka sendiri.

Sebuah alat penyetrum listrik (taser) juga ditemukan di meja. Alat tersebut diduga digunakan oleh pengelola kompleks untuk mendisiplinkan atau menghukum pekerja yang mencoba melarikan diri atau gagal memenuhi kuota penipuan.
Terdapat juga barang-barang pribadi, termasuk pakaian dan sisa makanan di dalam kamar sempit yang digunakan untuk menampung pekerja penipuan. Ribuan orang diduga dipaksa bekerja di bawah kondisi kasar di pusat-pusat penipuan seperti ini di Asia Tenggara.
Sementara itu, KBRI Phnom Penh kini sedang mengupayakan pemulangan WNI yang terlibat dalam sindikat penipuan daring setelah otoritas Kamboja menggerebek pusat-pusat scam.