Kata para tokoh senior usai bertemu Presiden Prabowo soal Board of Peace

Photo of author

By AdminTekno

Sejumlah tokoh senior bertemu dengan Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (4/2). Di antara para tokoh itu, ada sejumlah nama-nama besar yang dulu sempat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri hingga Wakil Menteri Luar Negeri di pemerintahan sebelumnya.

Saat pertemuan, sejumlah isu besar mengenai posisi Indonesia di dunia internasional dibahas. Terutama posisi Indonesia di Board of Peace, sebuah badan bentukan Amerika Serikat untuk mewujudkan perdamaian berkelanjutan di Gaza.

Berikut adalah pesan dari para tokoh senior usai bertemu Prabowo:

Dino Patti Djalal, Eks Wamenlu dan Dubes RI untuk AS

Pada pertemuan itu, Dino merasa terbuka. Sebab, ada diskusi dua arah antara para tokoh dan presiden.

“Saya surprise karena suasana totally open, diskusi ini tidak ada batasannya, tidak ada dibilang kita tidak boleh nanya ini, tidak boleh nanya itu, dan diskusi ini dua arah, jadi bukan satu arah,” kata Dino usai pertemuan.

“Kesan saya adalah Beliau, Presiden Prabowo itu, mempunyai pendekatan yang realistis; sekarang ini memang satu-satunya opsi di atas meja adalah mengenai Board of Peace, tidak ada formula lain, tidak ada solusi lain, tidak ada jalur lain,” – Dino Patti Djalal.

“Yang saya paling suka, dan ini align juga dengan posisi core policy luar negeri Indonesia, adalah bahwa kita masuk dengan hati-hati dan terus berpegang pada opsi untuk bisa keluar kalau ini bertentangan dengan prinsip kita dan kepentingan kita,” pungkasnya.

Hasan Wirajuda, Menlu Periode 2001-2009

Hassan menyampaikan sejumlah poin penting dari pertemuan itu.

“Satu kesempatan berharga bahwa sore ini kita mendapat pencerahan dan banyak informasi yang tidak kita ketahui,” ucap Hassan.

Dengan pertemuan ini, Hassan memahami Board of Peace dari sudut pandang Indonesia.

“Pertemuan ini memberikan kepada kita semua penjelasan yang lebih utuh tentang apa yang disebut dengan Board of Peace, apa kontribusi kita, dan bahwa tujuan program yang akan dikembangkan harus demi kepentingan rakyat Palestina di Gaza,” ucap Hassan.

“Kita tidak perlu apriori bahwa ada proses di luar kerangka PBB, dan itu tidak perlu ditafsirkan secara negatif sepanjang itu menghasilkan,” – Hassan Wirajuda

“Setidaknya dengan inisiatif ini bantuan kemanusiaan sudah mulai mengalir dan itu membantu mengurangi penderitaan rakyat Palestina di Gaza,” pungkas Hassan.

Alwi Shihab, Menlu Periode 1999-2001

Menlu pertama era reformasi ini merasa pertemuan dengan Presiden itu menjawab sejumlah pertanyaan yang muncul, terutama terkait posisi Indonesia.

“Pertemuan tadi ini membuka cakrawala kita sebenarnya dan banyak pertanyaan-pertanyaan yang selama ini kita ingin ketahui tadi oleh Bapak Presiden dijelaskan sejelas-jelasnya,” kata Alwi.

“Yang paling penting dalam hal penjelasan beliau itu bahwa Indonesia tidak pernah meninggalkan komitmen terhadap perjuangan Palestina dan tetap menginginkan adanya two-state solution, itu ‘harga mati’,” terang Alwi.

Jusuf Wanandi, Tokoh Pemikir, Pendiri CSIS

Sebagai tokoh besar di lembaga think-tank, Jusuf Wanandi merasa tercerahkan dengan undangan presiden Prabowo hari ini.

“Kami mendapat suatu pencerahan hari ini yang betul-betul mendalam,” ungkap Jusuf.

Setelah pertemuan, ia mengerti apa dasar keputusan yang diambil dari presiden dan menghargai keputusan tersebut.

“Ini kesempatan saya kira yang dibuka oleh Bapak Presiden yang harus kita hargai dan harus dapat kita pergunakan bersama supaya rakyat kita pun mengerti apa yang diambil keputusan-keputusan oleh pemerintah,” kata Jusuf.

Leave a Comment