
Kita Tekno JAKARTA. Sebuah langkah progresif dalam pengembangan infrastruktur transportasi publik di Ibu Kota dan sekitarnya telah terwujud. PT Metropolitan Land Tbk (MTLA), salah satu pengembang properti terkemuka, resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) penjajakan awal kerja sama dengan PT MRT Jakarta. Kolaborasi strategis ini menjadi tonggak penting bagi rencana ekspansi jalur MRT Jakarta Lintas Timur-Barat (East-West Line), khususnya pada rute Kembangan-Balaraja.
MoU bersejarah ini menyoroti rencana PT MRT Jakarta untuk memperluas jaringannya, dengan rute Kembangan-Balaraja yang direncanakan akan melintasi wilayah Banten, termasuk kawasan strategis Metland Cyber Puri milik MTLA. Penandatanganan dilakukan di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 4 Februari. Momen penting tersebut dihadiri oleh sejumlah pihak, di antaranya Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta, Farchad Mahfud, dan Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Anhar Sudradjat, sebagai representasi utama dari kedua belah pihak.
Menanggapi inisiatif ini, Anhar Sudradjat, dalam keterangan resmi yang diterima Kontan pada Kamis (5/2), mengungkapkan antusiasmenya. “Metland menyambut baik rencana pembangunan East-West Line MRT Jakarta sebagai sarana transportasi modern yang krusial. Jalur ini kami yakini mampu secara signifikan mempercepat waktu tempuh perjalanan dan meningkatkan kenyamanan mobilitas bagi masyarakat luas,” tegas Anhar.
Nota Kesepahaman ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah pijakan awal untuk diskusi mendalam dengan MRT Jakarta. Fokus utamanya adalah penentuan lokasi penempatan stasiun MRT di sepanjang rute Kembangan-Balaraja. Aspek efisiensi, efektivitas interkoneksi, dan integrasi antar kawasan menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan ini. Anhar menambahkan, “Metland Cyber Puri, sebagai kawasan hunian dan komersial yang dinamis, berkomitmen penuh mendukung rencana MRT Jakarta. Tujuan kami adalah mendorong percepatan sistem transportasi publik yang terintegrasi, yang pada akhirnya akan memperkuat ekosistem kawasan berkelanjutan, tidak hanya bagi penghuni Metland tetapi juga masyarakat di sekitarnya.”
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, turut menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan yang terus mengalir dari para pengembang swasta. “Kehadiran sistem transportasi publik modern adalah sebuah kebutuhan fundamental bagi masyarakat. Kami menyadari sepenuhnya bahwa mewujudkan visi ini membutuhkan dukungan multidimensional, baik berupa pendanaan maupun sumber daya lainnya dari berbagai pihak,” ujar Tuhiyat.
Ia melanjutkan, “Oleh karena itu, MRT Jakarta sangat memahami bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pengembang swasta yang memiliki visi serupa dalam memberikan layanan terbaik dan sesuai kebutuhan masyarakat, adalah sebuah keniscayaan. Sinergi ini mutlak kami lakukan untuk mencapai tujuan bersama.”
Seremoni penandatanganan MoU yang sarat makna ini turut disaksikan langsung oleh tokoh-tokoh penting. Di antaranya adalah Gubernur Provinsi DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Provinsi Banten Andra Soni, serta Direktur PT Metropolitan Karyadeka Development, Solidi Silvester Korompis. Selain MTLA, beberapa pengembang swasta kawasan lainnya juga turut ambil bagian dalam penandatanganan Nota Kesepahaman, menandakan dukungan kolektif terhadap pengembangan transportasi massal yang terintegrasi.