Baru saja gempa magnitudo 3,0 guncang Cimahi Jawa Barat, cek info BMKG

Photo of author

By AdminTekno

Kita Tekno – – Gempa bumi  mengguncang wilayah Jawa Barat pada Kamis, 6 Februari 2026.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bermagnitudo 3,0 terjadi pada pukul 13.45 WIB.

Getaran tercatat berada di koordinat 6,85 Lintang Selatan dan 107,73 Bujur Timur, dengan lokasi pusat gempa sekitar 19 kilometer timur laut Kota Cimahi, Jawa Barat.

BMKG mencatat kedalaman gempa ini relatif dangkal, yakni sekitar 5 kilometer. 

BMKG juga menegaskan bahwa data awal ini masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pemutakhiran berdasarkan kelengkapan data seismik yang masuk dari berbagai stasiun pemantau.

Update Gempa Pacitan M6.4 Hari Ini, Rumah Warga Rusak hingga 7 Orang di Yogyakarta Luka-luka

Gempa magnitudo 6,4 yang mengguncang Pacitan, Provinsi Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) dini hari tadi dirasakan dampaknya hingga Ponorogo, Blitar dan Yogyakarta.

Di Pacitan dilaporkan sejumlah rumah warga rusak terdampak gempa dini hari tadi, sementara di Yogyakarta ada 7 orang yang mengalami luka-luka. 

Pusat gempa Pacitan dini hari tadi dengan kekuatan magnitudo 6,4 berada di koordinat 8,98 derajat Lintang Selatan dan 111,18 derajat Bujur Timur atau di laut dengan jarak 90 km arah tenggara Pacitan dan kedalaman 10 km.

Dari laporan awal, sejumlah rumah mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Erwin Andriatmoko mengatakan asesmen kerusakan terus dilakukan untuk memastikan tingkat dampak dan kebutuhan penanganan lanjutan.

“Iya ada beberapa laporan kerusakan. Kami masih melakukan asessment di lapangan,” ujarnya seperti dilansir dari Surya.co.id.

Satu di antara bangunan yang rusak yakni rumah milik Sumarno di Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan.

Teras rumahnya ambruk setelah gempa terjadi.

Tiang penyangga runtuh dan puing-puing bangunan berserakan menutup bagian depan rumahnya.

Sumarno mengatakan, ia dan keluarganya tengah tidur saat gempa mengguncang.

Mereka pun terbangun karena guncangan yang kuat dan segera keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri.

Tak lama setelah itu, bagian teras rumah roboh.

“Lari saja saya dan keluarga. Eh teras roboh,” ujar Sumarno.

Kerusakan serupa juga terjadi pada dapur rumah warga lain, Agus Susanto.

Dinding dan atap dapur dilaporkan runtuh dan menimpa perabot rumah tangga, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

“Saya sendiri di dalam rumah, masih terjaga. Karena memang habis ronda. Ada seperti roboh . Ternyata dapur saya,” papar Agus.

7 Orang Luka di Yogyakarta 

Gempa juga terasa hingga wilayah lain di luar Pacitan.

Mengutip Surya.co.id, dampak gempa terjadi di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta yang berjarak sekitar 100 km dari Kabupaten Pacitan, Jatim.

Hasil asesmen sementara, BPBD Kabupaten Bantul pada Jumat pagi mencatat ada empat titik terdampak.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD DIY, Julianto Wibowo mengatakan, bangunan warga rusak dan tempat ibadah ikut terdampak.

“Dampak yang tercatat meliputi tiga titik rumah rusak dan satu titik tempat ibadah.

Lokasi kejadian berada di Kapanewon Imogiri satu titik, Kapanewon Jetis satu titik, Kapanewon Pundong satu titik, serta Kapanewon Kasihan satu titik,” kata Julianto.

Tujuh orang pun mengalami luka-luka akibat gempa dan sudah mendapatkan penanganan medis.

“Untuk korban luka tercatat sebanyak tujuh orang. Rujukan penanganan medis dilakukan ke RSU PKU Muhammadiyah Bantul sebanyak tiga orang, RSUD Panembahan Senopati sebanyak tiga orang, serta satu orang lainnya ditangani di luar dua rumah sakit tersebut,” ucap Julianto.

Pemerintah mengimbau masyarakat di wilayah terdampak tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan.

Warga juga diminta segera melaporkan kerusakan bangunan yang dinilai membahayakan keselamatan agar dapat segera ditangani.

Terasa Sampai Ponorogo

Gempa juga terasa hingga ke Kabupaten Ponorogo, Jawa TImur.

Jarak dari Pacitan ke Ponorogo hanya kurang dari 80 km atau 2 jam lebih perjalanan via jalur darat.

Dari analisis BMKG, Ponorogo merasakan gempa dengan skala intensitas IV MMI.

Apabila terjadi pada siang hari dengan skala tersebut, maka gempa bisa dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.

Sejumlah warga Ponorogo keluar rumah saat gempa terjadi.

Salah satu warga, Ahmad Fauzani mengatakan bahwa gempa sangat terasa di Ponorogo.

“Kerasa banget gempanya cukup keras dan durasinya agak lama,” ujarnya, dikutip dari TribunJatim.com.

Setelah terbangun, ia pun langsung menggendong anaknya yang masih balita yang tengah tidur nyenyak.

“Anak saya tidur nyenyak tadi langsung saya ambil,”

“Baru kali ini lo yang goncangannya keras,” terangnya.

Warga lain, Sayekti Milan juga mengatakan hal senada.

“Baru kali ini gempa membangunkan saya karena goncangannya cukup keras,”

“Beh buanter tenan (kencang sekali) mbak,” terang warga Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo.

Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Masun mengatakan, pihaknya masih belum menerima laporan dampak dari gempa pacitan.

“Kalau sekarang belum ada laporan kerusakan akibatnya,”

“Tapi ndak tahu kalau besok pagi,” ujarnya.

Gempa susulan

Beberapa menit setelah gempa yang cukup besar ini dirasakan, akun X BMKG kembali merilis data guncangan di wilayah tenggara Pacitan.

Hingga pukul 01.44 WIB, tercatat sudah ada 8 gempa bumi yang berada di dekat episenter guncangan pertama.

Berikut data gempa tersebut, di antaranya:

  • Magnitudo 3,7 pada pukul 01.11 WIB dengan lokasi 8,83 LS, 111,23 BT atau 73 Km tenggara Pacitan dengan kedalaman 19 Km
  • Magnitudo 2,8 pada pukul 01.16 WIB dengan lokasi 8,89 LS, 111,15 BT atau 79 Km tenggara Pacitan dengan kedalaman 18 Km
  • Magnitudo 2,6 pada pukul 01.26 WIB dengan lokasi 8,94 LS, 111,18 BT atau 84 Km tenggara Pacitan dengan kedalaman 35 Km
  • Magnitudo 2,4 pada pukul 01.28 WIB dengan lokasi 8,88 LS, 111,25 BT atau 79 Km tenggara Pacitan dengan kedalaman 58 Km
  • Magnitudo 2,2 pada pukul 01.35 WIB dengan lokasi 8,87 LS, 111,18 BT atau 77 Km tenggara Pacitan dengan kedalaman 19 Km
  • Magnitudo 2,3 pada pukul 01.38 WIB dengan lokasi 8,83 LS, 111,19 BT atau 72 Km tenggara Pacitan dengan kedalaman 24 Km
  • Magnitudo 2,6 pada pukul 01.40 WIB dengan lokasi 8,95 LS, 110,86 BT atau 89 Km tenggara Pacitan dengan kedalaman 15 Km
  • Magnitudo 2,3 pada pukul 01.44 WIB dengan lokasi 8,79 LS, 111,15 BT atau 68 Km tenggara Pacitan dengan kedalaman 33 Km.

Link Resmi untuk Cek Gempa Terkini di Seluruh Indonesia

BMKG menyediakan beberapa sumber resmi untuk memantau gempa bumi secara cepat dan langsung:

1. Gempa Bumi Real-time BMKG – Menampilkan daftar gempa terbaru termasuk waktu kejadian, magnitudo, kedalaman, dan lokasi.

  • https://www.bmkg.go.id/gempabumi/gempabumi-realtime/

2. Halaman Gempa Bumi Terkini BMKG – Informasi gempa bumi terbaru yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

  • https://www.bmkg.go.id/gempabumi/

3. InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) – Situs inti untuk informasi gempa signifikan dan potensi tsunami, termasuk katalog kejadian penting.

  • https://inatews.bmkg.go.id/eng/m5

4. Aplikasi Resmi Info BMKG – Aplikasi mobile untuk Android dan iOS yang menyediakan informasi gempa bumi real-time, prakiraan cuaca, kualitas udara, serta potensi tsunami.

  • Download di Play Store / App Store (Info BMKG App)
  • BMKG juga aktif membagikan update gempa melalui akun media sosialnya (@infoBMKG) di platform seperti X, Facebook, dan Instagram. 

Cara Cek Info Gempa di Situs Resmi BMKG

Berikut langkah mudah untuk cek gempa terkini:

1. Buka situs utama BMKG: https://www.bmkg.go.id/

2. Pilih menu “Gempabumi & Tsunami”.

3. Klik “Gempabumi Terkini” atau “Real-time” untuk melihat daftar gempa terbaru.

4. Informasi gempa muncul lengkap dengan data magnitudo, lokasi, dan waktu kejadian.

Dengan aplikasi Info BMKG, Anda juga dapat menyalakan notifikasi gempa di ponsel, sehingga mendapat peringatan dini ketika kejadian terjadi.

Mengapa Informasi Gempa BMKG Penting?

BMKG mengoperasikan jaringan seismograf luas dan sistem peringatan dini gempa serta tsunami untuk memberi informasi cepat dan akurat kepada publik.

Dalam sistem InaTEWS, informasi gempa dan potensi tsunami dapat terbit hanya dalam beberapa menit setelah gempa terjadi, dengan parameter seperti:

  • waktu kejadian
  • magnitudo
  • kedalaman
  • peta guncangan (shakemap)

Info ini sangat penting untuk langkah keselamatan. ([BMKG Content][8])

Informasi Keselamatan Gempa Bumi

Berikut langkah keselamatan yang disarankan jika terjadi gempa:

Sebelum Gempa

  • Siapkan alat darurat seperti senter, radio, dan P3K.
  • Identifikasi titik aman di rumah (bawah meja yang kuat, sudut ruangan).
  • Lakukan latihan evakuasi secara berkala.

Saat Gempa

  • Drop, Cover, and Hold On – turun ke lantai, berlindung di bawah meja kokoh, dan pegang posisi sampai getaran berhenti.
  • Jauhi jendela kaca, rak tinggi, dan peralatan yang bisa jatuh.

Setelah Gempa

  • Periksa keselamatan diri dan orang sekitar.
  • Waspadai gempa susulan.
  • Jika di daerah pesisir dan merasa gempa kuat berkepanjangan, siaga potensi tsunami — segera menjauhi pantai.
  • Mengetahui lokasi titik aman dan rencana evakuasi keluarga dapat menyelamatkan nyawa saat kejadian.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Gempa M6,4 Pacitan Rusak Rumah Warga, 7 Orang Dilaporkan Luka-luka di Yogyakarta. 

Leave a Comment