Tanggapan Pandji Pragiwaksono soal dukungan Wapres Gibran dalam polemik mens rea

Photo of author

By AdminTekno

Polemik materi komedi Mens Rea milik Pandji Pragiwaksono turut memantik respons dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Mengetahui dapat dukungan dari Gibran, Pandji memberikan apresiasi usai menjalani klarifikasi di Polda Metro Jaya, Jumat (6/2).

Pandji mengaku belum membaca berita secara utuh karena berada di ruang pemeriksaan sejak pagi. Namun, Pandji menilai sikap Gibran bisa menjadi preseden baik dalam melihat sebuah karya komedi.

“Saya rasa Wakil Presiden Gibran jadi contoh bahwa gimana baiknya menangkap sebuah joke, gimana baiknya memproses sebuah joke,” jelas Pandji usai klarifikasi.

Menurut Pandji, dukungan itu indikasi yang baik bagi iklim kebebasan berpendapat dan industri kreatif di Indonesia. Ia berharap masyarakat bisa melihat komedi sebagai hiburan yang memiliki ruang kritik, bukan sebagai serangan personal.

“Bahwa sebuah joke itu tidak perlu ditanggapi terlalu serius dan tidak perlu sampai menciptakan permasalahan,” ungkap Pandji.

Pesan Pandji kepada Komika Lain

Pandji sadar, ada kekhawatiran rekan sesama komika akan dampak hukum dari materi Mens Rea. Namun, Pandji berpesan agar mereka tidak perlu takut.

“Rasanya tidak (takut), karena teman-teman stand-up comedian persis seperti saya posisinya. Kami ketika naik panggung itu adalah sebuah pertunjukan, sesuatu yang dikonsep untuk membuat orang tertawa,” ujar Pandji.

Pandji menambahkan, para komika harus selalu siap berdialog apabila terjadi ketidaksesuaian penangkapan makna oleh penonton.

“Kami bersiap atau menyiapkan diri untuk dialog. Jadi enggak ada alasan untuk khawatir karena memang dari awal niatnya adalah untuk menghibur masyarakat Indonesia,” lanjut Pandji.

Hingga saat ini, tercatat ada lima laporan polisi dan satu pengaduan masyarakat yang diarahkan kepada Pandji, terkait Mens Rea.

Namun, Pandji menegaskan akan tetap kooperatif mengikuti seluruh prosedur hukum yang berlaku sambil terus mengupayakan ruang dialog.

“Ketika ada kesempatan untuk membuka ruang dialog, untuk menciptakan kejelasan, saya akan hadir,” tutup Pandji.

Leave a Comment