
jatim.jpnn.com, PACITAN – Satu warga Kabupaten Pacitan dilaporkan meninggal dunia setelah gempa bumi bermagnitudo 6,4 mengguncang wilayah tersebut, Jumat (6/2) dini hari.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Radite Suryo Anggono mengatakan korban bernama Joko Santoso (53) warga Desa Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo.
“Dampak gempa dini hari tadi, terdapat satu warga yang meninggal dunia,” kata Radite saat dikonfirmasi.
Berdasarkan hasil asesmen petugas di lapangan, korban tidak meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Korban diduga mengalami syok setelah gempa terjadi.
Menurut Radite, korban sempat keluar rumah untuk menyelamatkan diri saat gempa mengguncang dan bahkan masih sempat berbincang dengan tetangganya.
Namun, ketika hendak kembali masuk ke rumah, korban tiba-tiba terjatuh.
“Korban sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi tidak tertolong. Dugaan sementara meninggal akibat syok,” ujarnya.
Selain korban jiwa, BPBD Pacitan juga menerima laporan adanya kerusakan bangunan di sejumlah wilayah.
Hingga Jumat siang, petugas masih melakukan pendataan dan pemantauan dampak gempa di seluruh kecamatan.
Gempa bumi bermagnitudo 6,4 tersebut terjadi pada Jumat, pukul 01.06 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di koordinat 8,99 derajat Lintang Selatan dan 111,18 derajat Bujur Timur, atau sekitar 90 kilometer tenggara Pacitan, dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
BPBD mengimbau masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila ditemukan kerusakan bangunan yang membahayakan keselamatan. (antara/mcr12/jpnn)