
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai melakukan normalisasi Sungai Ciliwung sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di tengah proyeksi cuaca ekstrem.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, pembebasan lahan untuk normalisasi hampir rampung.
“Normalisasi Ciliwung kita sudah mulai. Pembebasan lahannya sudah hampir selesai. Kemudian Cakung Lama dan Krukut,” kata Pramono usai meninjau kerja bakti Jaga Jakarta Bersih di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2).
Ia menjelaskan, pengerjaan normalisasi dilakukan secara masif dengan melibatkan alat berat dan personel di berbagai lokasi.

“Sehingga pada hari ini sebagai misal, ada 60 unit ekskavator yang bergerak, ada 144 dump truck dan juga bekerja di 66 lokasi yang seperti ini,” ujarnya.
Pramono menambahkan, dirinya telah menandatangani 14 penetapan lokasi (penlok) untuk pembebasan lahan normalisasi sungai. Proses itu disebutnya sudah berjalan.
“Jadi semua ada 14 penlok yang sudah saya tanda tangani dan sudah dilakukan pembebasan lahan, dan mungkin hari Jumat besok saya bersama Bapak Nusron, Pak Menteri ATR/BPN, akan melakukan seremoni untuk itu,” kata Pramono.

“Supaya semua yang dibebaskan sudah selesai dan kemarin di Bidara Cina, di Cawang dan sebagainya kan sudah kita kasih tanda. Yang kuning belum dibayar, yang merah sudah dibayar, dan sebagainya,” lanjutnya.
Selain itu, Pramono menyebut, pembangunan tanggul oleh pemerintah pusat ditargetkan mulai dilakukan pada Maret mendatang.
“Sehingga dengan demikian, mudah-mudahan bulan Maret sudah mulai dibuat tanggul oleh pemerintah pusat. Dalam hal ini Kementerian PU yang tanggung jawab,” katanya.

Di sisi lain, Pramono juga menyinggung proyeksi cuaca ekstrem oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Ia mengatakan Pemprov DKI masih menunggu pembaruan data cuaca sebelum mengambil kebijakan lanjutan.
“Maka kenapa kemudian curah hujan termasuk hari ini masih cukup tinggi, dan kami sedang menunggu untuk proyeksi berikutnya sampai dengan Imlek, sampai dengan Tahun Baru China,” ujar Pramono.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap melakukan langkah antisipatif jika kondisi cuaca memburuk.
“Sehingga dengan demikian datanya mungkin baru hari ini akan masuk, tetapi intinya Jakarta kalau memang diperlukan modifikasi cuaca kami akan lakukan,” kata dia.