Cerita pasien gagal ginjal di Depok menanti pengaktifan kembali BPJS PBI

Photo of author

By AdminTekno

Sejumlah warga di Depok menanti pengaktifan kembali BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Kepesertaan BPJS Kesehatan PBI tiba-tiba dinonaktifkan per 1 Februari oleh sistem Kemensos dalam rangka pemutakhiran data.

BPJS PBI adalah layanan jaminan kesehatan gratis bagi warga kurang mampu yang iurannya dibayarkan penuh oleh pemerintah. Penonaktifan ini memicu kepanikan, terutama bagi para pasien penyakit kronis yang sangat bergantung pada layanan kesehatan gratis tersebut, seperti layanan cuci darah.

Pantauan di Depok, Selasa (10/2), sejumlah warga memadati Kelurahan Bhaktijaya.

Seperti yang dirasakan Winda. Dia bercerita bahwa suaminya merupakan pasien gagal ginjal. Ia sempat kebingungan lantaran suaminya yang harus cuci darah rutin terhenti karena BPJS tak aktif.

“Sangat menyulitkan sangat merugikan. Sebenarnya saya butuh banget nih PBI. Karena suami sedang tidak bekerja, dikarenakan tadinya bekerja karena ada sakit kronis menyebabkan suami tidak bekerja” ujarnya

“Jadi mau nggak mau ya kita jadi pinjam-pinjam uang teman-teman, sementara untuk penangan urgent. Karena suami sudah dua kali absen,” tambahnya.

Dia kini bolak-balik untuk melengkapi berkas di kelurahan.

Cindy, salah warga lain yang terdampak, merasakannya saat akan berobat ke rumah sakit. Dia ditolak karena BPJS tak aktif.

“Saya tahu pas tanggal 4 Februari dinonaktifkan saat akan menjalani pengobatan, saya pas mau kontrol kakak saya sakit pascaoperasi, namun rumah sakitnya menolak karena BPJS di nonaktifkan, tapi saya ada pengarahan untuk melakukan aktivasinya oleh pihak rumah sakit untuk ke BPJS ya kemudian dari kantor BPJS saya diarahkan kembali untuk ke kantor kelurahan,” ujarnya.

Saat ini, Cindy masih menunggu kelengkapan berkas untuk melakukan aktivasi BPJSnya yang telah di nonaktifkan.

Sementara, pihak kelurahan Baktijaya melayani reaktivasi BPJS PBI hingga jam 8 malam.

Lurah Bhaktijaya, Rizki Desa, menjelaskan bahwa pihaknya gencar melakukan sosialisasi ke warganya terkait penonaktifan BPJS tersebut.

“Kami sosialisasi di media sosial agar pihak dari RW-RW dapat mengimbau ke warganya apabila ada yang merasa BPJS nonaktif untuk segera datang ke pihak kelurahan untuk melakukan registrasi ulang,” ucapnya.

“Cuma memang perbedaannya jadi lebih ramai, karena memang banyak yang datang untuk validasi, ngecek lagi desilnya, terus ngecek lagi BPJS-nya, apa namanya, terkait dengan posisi desil,” tambah Rizki.

Leave a Comment