
Kota-kota di seluruh China dan miliaran warga keturunan Tionghoa di dunia bersiap menyambut Tahun Baru Imlek pada 17 Februari, ketika shio akan berubah dari Tahun Ular menjadi Tahun Kuda.
Dekorasi bertema kuda telah muncul di pusat perbelanjaan, ucapan selamat meriah terpampang di papan reklame, emoji kuda dan angpao bermunculan di layar ponsel.
Bagi banyak orang Tionghoa, Tahun Baru Imlek lebih dari sekadar pengaturan ulang kalender. Ini adalah momen bersama untuk mengirimkan berkah dan menetapkan rencana untuk tahun mendatang.
Tetapi ada apa di balik tradisi Tahun Baru Imlek, dan mengapa ada minat khusus pada shio tahun ini?
Asal usul Tahun Baru Imlek
Tahun Baru Imlek diperkirakan sudah ada sejak abad ke-14 SM, ketika masa pemerintahan Dinasti Shang, dan asal-usulnya kaya akan legenda.
Mitologi Tionghoa menceritakan asal usulnya kembali ke pertempuran melawan monster yang disebut Nian – yang berarti “tahun” dalam bahasa China.
Nian akan tiba pada hari pertama tahun baru untuk meneror penduduk desa. Namun, penduduk desa menemukan bahwa Nian takut dengan suara keras, cahaya terang, dan warna merah.
Jadi setiap tahun baru, penduduk desa akan menggantung lentera merah untuk menakut-nakuti Nian dan menyalakan petasan juga. Nian tidak pernah terlihat lagi.
Bagaimana shio ditentukan?
Untuk memahami Tahun Kuda Api, ada dua kesalahpahaman umum yang perlu diluruskan.
Tidak seperti kalender Gregorian, kalender Tionghoa tidak dimulai pada tanggal 1 Januari. Kalender ini mengikuti kalender lunisolar tradisional berdasarkan fase bulan.
Setiap Tahun Baru Imlek jatuh antara 21 Januari dan 20 Februari, biasanya pada bulan baru kedua setelah titik balik matahari musim dingin. Ini berarti ketika kita mengatakan “2026 adalah tahun kuda,” itu hanya berlaku untuk Tahun Baru Imlek saat ini.

Kesalahpahaman umum lainnya adalah bahwa shio berulang setiap 12 tahun. Itu benar untuk shio hewan, tetapi sistem tradisional berulang setiap 60 tahun.
Penyebabnya, setiap tahun menggabungkan salah satu dari 12 hewan dengan salah satu dari 10 elemen (versi Yin dan Yang dari Logam, Air, Kayu, Api, dan Bumi). Diperlukan 60 tahun agar kombinasi tersebut berulang.
Pasangan tahun ini dikenal sebagai Bing Wu, yaitu penggabungan elemen Api Yang dengan Kuda.
Apa makna Kuda Api?
Kuda Api dianggap sebagai kombinasi yang kuat dalam shio China. Api Yang melambangkan aktivitas dan gairah, sedangkan Kuda mewakili kemandirian dan tindakan.
Dalam budaya Tiongkok, ungkapan yang melibatkan kuda dalam bahasa Mandarin digunakan untuk menyampaikan kata-kata seperti kesuksesan yang cepat, memimpin, dan momentum, terutama dalam lingkungan profesional.
Dr. Christian Yao, seorang dosen senior di Sekolah Manajemen Universitas Victoria Wellington di Selandia Baru, mengatakan kepada BBC bahwa ungkapan yang menggunakan kuda kemungkinan akan muncul secara luas dalam pidato di tempat kerja, presentasi, dan baris subjek email pada 2026.
Ia mengatakan bahwa bahasa seperti itu di tempat kerja menjadi alat “tata kelola lunak” saat karyawan didorong untuk mencerminkan ciri khas proaktif dan cepat dari Kuda Api.

Banyak pekerja muda sekarang menggunakan citra hewan untuk menggambarkan kehidupan kerja mereka. Dalam lingkungan korporat, mereka menggemakan slogan-slogan tentang kecepatan, momentum, dan ‘kesuksesan yang luar biasa’ di Tahun Kuda.
Pada saat yang sama, mereka menggambarkan diri mereka sebagai “niuma“—secara harfiah berarti “kuda-lembu”, istilah untuk hewan yang terlalu banyak bekerja.
“Koeksistensi kedua bahasa ini,” kata Dr. Yao, “menangkap ketegangan paling khas di tempat kerja di China saat ini: kebutuhan untuk mempertahankan narasi yang membangkitkan semangat di depan umum, sementara secara pribadi mengakui kelelahan dan ketidakberdayaan.”
Mudik saat Tahun Baru Imlek
Di China, jutaan warga hanya pulang ke kampung halaman sekali setahun, yaitu pada saat liburan Tahun Baru Imlek. Momen itu merupakan waktu terpenting untuk reuni keluarga.
Selama periode liburan tahun ini, diperkirakan sebanyak 9,5 miliar perjalanan lintas wilayah akan berlangsung di China. Lonjakan perjalanan mudik tahunan ini kerap disebut-sebut sebagai migrasi manusia terbesar di dunia.
Meskipun kuda mungkin mewakili efisiensi dan pergerakan cepat, bagi banyak pelancong, periode liburan Imlek merupakan masa ketika tiket transportasi susah didapat, biaya perjalanan meningkat, dan jam kerja yang panjang untuk pekerja industri jasa.

- Tahun Baru Imlek: Asal usul hingga makna di balik Tahun Naga Kayu
- ‘Imlek di kelenteng, doanya ke Allah SWT’ – Kisah para Muslim Tionghoa mempertahankan jati diri di tengah kontroversi
- Mengapa generasi muda China enggan merayakan Imlek?
- Mengapa generasi muda China enggan merayakan Imlek?
- ‘Ada pergulatan identitas, apakah saya Tionghoa atau Indonesia?’
- ‘Imlek di kelenteng, doanya ke Allah SWT’ – Kisah para Muslim Tionghoa mempertahankan jati diri di tengah kontroversi