Hansi Flick kesal gol Barcelona dianulir VAR usai dibantai Atletico 4-0

Photo of author

By AdminTekno

Kita Tekno – – Barcelona pulang dari Metropolitano dengan beban berat di pundak. Kekalahan 4-0 dari Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey membuat langkah mereka untuk mempertahankan gelar terasa sulit. Empat gol bukan defisit kecil, dan leg kedua di Spotify Camp Nou kini berubah menjadi misi nyaris mustahil.

Namun bukan hanya skor yang menjadi sorotan. Hansi Flick juga menumpahkan kekesalannya terhadap keputusan VAR yang membatalkan gol Pau Cubarsi setelah pemeriksaan yang berlangsung delapan menit.

Menang Telak atas Barcelona, Diego Simeone Ejek Lamine Yamal

Babak Pertama yang Menghancurkan Barca

Melansir Football Espana, dalam konferensi pers usai laga, Flick tak menutup-nutupi bahwa timnya tampil jauh dari standar di 45 menit pertama.

“Kami tidak bermain bagus di babak pertama, kami tidak bermain sebagai tim. Jarak antara mereka dan kami sangat besar. Kami tidak melakukan pressing. Dan di 45 menit pertama kami mendapat pelajaran berharga.”

“Babak kedua lebih baik. Kami masih punya dua babak lagi dan kami akan berjuang. Jika kami menang 2-0 di setiap babak… kami akan membutuhkan dukungan penggemar kami di kandang.”

Barcelona memang terlihat kalah dalam intensitas dan organisasi permainan. Atletico tampil lebih agresif, lebih lapar, dan jauh lebih efektif dalam memanfaatkan ruang.

Arteta Jelaskan Alasan Tarik Eze dan Masukkan Odegaard saat Arsenal Ditahan Brentford 1-1

Meski demikian, Flick menolak untuk menyudutkan para pemainnya.

“Saya tidak kecewa dengan tim. Saya senang dengan musim tim. Kami mengalami banyak cedera. Kekalahan juga bagian dari permainan. Itu kekalahan yang menyakitkan, tetapi saya bangga dengan tim. Kita harus belajar dari kesalahan ini.”

“Mereka lebih bersemangat untuk mencetak gol. Dan itulah yang ingin saya tiru. Kami tidak melakukannya di 45 menit pertama. Tapi tim ini masih muda, dan saya tidak mencari alasan.”

Nada bicaranya jelas: kecewa dengan hasil, tapi tidak kehilangan kepercayaan pada proyek yang sedang dibangun.

Arteta Jelaskan Alasan Tarik Eze dan Masukkan Odegaard saat Arsenal Ditahan Brentford 1-1

VAR yang Semakin Mengacaukan

Namun suasana berubah ketika Flick ditanya soal gol yang dianulir VAR. Di sinilah emosinya benar-benar terlihat.

“Kami mulai dengan kartu kuning, tindakan pertama terhadap Balde adalah. Tentu. Akan berbeda jika dia menunjukkannya. Dengan tidak melakukannya, Anda membiarkan mereka bermain seperti ini. Ini kacau.”

“Mereka harus menunggu tujuh menit, oh ayolah. Mereka menemukan sesuatu dalam tujuh menit ini? Oke. Ketika saya melihat situasi ini, jelas tidak ada offside. Mungkin mereka bisa melihat sesuatu yang berbeda. Lalu beri tahu kami. Tidak ada komunikasi. Ini sangat buruk di sini.”

Joan Garcia Paling Jelek! Rating Pemain Barcelona Saat Dihancurkan Atlético Madrid 0-4 di Semifinal Copa del Rey

Delapan menit pemeriksaan untuk satu keputusan offside di semifinal turnamen besar memang terasa berlebihan. Bagi Flick, bukan hanya soal keputusan akhirnya, tetapi juga minimnya komunikasi yang membuat frustrasi.

Dalam laga yang sudah berat secara skor, momen seperti itu bisa menjadi titik balik. Dan ketika peluang tersebut hilang lewat keputusan yang dianggap meragukan, rasa kesal pun sulit dibendung.

Barcelona kini harus mencetak setidaknya empat gol tanpa balas di leg kedua untuk memaksakan perpanjangan waktu. Tantangan besar, tapi Flick masih mencoba menjaga api optimisme tetap menyala.

Satu hal yang pasti: laga kedua nanti bukan hanya soal taktik, tapi juga soal harga diri.

Leave a Comment