Ringkasan Berita:
- Pesulap Merah membela istri keduanya dari tudingan jadi penyebab meninggalnya istri pertama.
- Ia menegaskan Ratu bukan pelakor dan justru mendukung pernikahannya tetap bertahan.
- Marcel juga membantah tuduhan menagih biaya pengobatan kepada almarhum istrinya.
Kita Tekno – Selebriti Pesulap Merah tampak murka saat istri keduanya, Ratu Rizky Nabila dituduh sebagai penyebab sang istri pertama, Tika Mega Lestari meninggal dunia.
Entertainer bernama asli Marcel Radhival itu pun tegas menyebut bahwa Ratu bukanlah pembunuh.
Tudingan itu dialamatkan pada Tika karena belakangan ibunda mendiang Tika, Endang membongkar curhatan sang putri sebelum meninggal dunia.
Kata Endang, Tika memendam sakit hati kepada Marcel karena diam-diam nikah lagi di tahun 2022.
Sementara Tika baru tahu Marcel poligami di tahun 2025.
“Kalau operasi udah sembuh, Tika mau cerai sama si Haris (Marcel). Tika sakit hati diselingkuhi, dia udah nikah siri. Tika tahunya bulan Agustus 2025 kalau dia udah nikah siri,” kata Tika diungkap Endang.
Gara-gara hal tersebut, Ratu pun ramai dituding sebagai pelakor di rumah tangga Marcel dan Tika.
Menjawab tudingan sebagai pelakor, Ratu meresponnya.
“Beneran kah kk pelakor, yang menyebabkan istri pertama depresi setres hingga meninggal?” tanya netizen.
“Jika asumsimu seperti itu, lalu? apa yang kau harapkan?” jawab Ratu.
Tak santai seperti Ratu, Marcel marah saat istrinya dituduh sebagai pelakor.
Marcel lantas menjawab tudingan bahwa Ratu lah yang membunuh Tika secara mental.
“Istri kedua saya bukan pelakor apalagi pembunuh seperti opini yang digiring media-media belakangan ini. Dari awal pernikahan dia wanita baik, dia tidak ada sama sekali niat mau merebut sampai hari terakhir rahimahalloh istri pertama menghembuskan napas,” pungkas Marcel dalam unggahan di Instagram story-nya, dilansir TribunnewsBogor.com pada Jumat (13/2/2026).
Bahkan kata Marcel, Ratu lah yang mencegahnya untuk tidak cerai dengan Tika.
“Dia (Ratu) bahkan punya prinsip kalau sampe saya dan rohimahalloh cerai, dia juga mau cerai. Dia justru yang terus mengingatkan saya untuk merawat rahimahalloh walaupun harus terus bulak-balik rumah sakit selama pernikahan,” ujar Marcel.
Marcel pun mengurai kebaikan Ratu yang tak banyak orang ketahui.
“Dia bahkan menawarkan kulitnya untuk dipakai ke rohimahalloh di operasi ketiganya. Tapi karena saya tidak dikabari perihal operasi ketiga oleh pihak keluarga rohimahalloh, sehingga itu tidak terjadi. Sumpah demi Allah Azza wa jalla saya bersaksi pernyataan saya ini 100 persen sesuai fakta,” sambungnya.
Perihal alasannya menikah diam-diam, Marcel mengurai alibi.
Kata Marcel, istri pertamanya itu sudah tidak bisa memenuhi kewajibannya sebagai istri di awal pernikahan.
Hal itu karena Tika divonis sakit Anemia Aplastik sejak tahun 2022.
Akhirnya Marcel menikahi Ratu di tahun 2022 tanpa sepengetahuan Tika.
“Dalam hukum pernikahan di Indonesia, ketika istri tidak bisa lagi memenuhi tanggung jawabnya sebagai istri, maka suami berhak untuk menceraikan, tapi faktanya Allah azza wa jalla menghadirkan istri kedua saya untuk terus mengingatkan agar perceraian itu tidak pernah terjadi sampai nafas terakhir istri pertama saya terjadi,” imbuh Marcel.
Bantah cerita mertua
Lebih lanjut, Marcel juga menjawab tuduhan dari ibu mertuanya, Endang soal dirinya menagih biaya pengobatan.
Sebelumnya, Endang bercerita kalau Marcel pernah marah kepada Tika karena menghabiskan uang puluhan juta untuk berobat.
“Biopsi itu emang bayar, kalau enggak salah Rp25 juta. Setelah itu dia (Marcel) marah ke almarhum karena menghabiskan uang Rp25 juta itu,” kata Endang dalam wawancara di Rumpi Trans TV.
Disuruh bayar ganti ke Marcel, Tika sempat mengeluh ke sang ibu.
“Pas udah ada hasil kalau almarhum harus dioperasi. Kata saya kan harus cepat dioperasi. Katanya (Tika) mau ngurusin BPJS. Kenapa ngurus BPJS ibu bilang gitu. (kata Tika) ‘ya habis kemarin aja yang biopsi dia marah-marah, minta ganti lagi’,” ujar Endang.
Dituduh menagih biaya pengobatan sang istri, Marcel gusar.
Sampai bersumpah, Marcel membantah tuduhan tersebut.
“Sumpah demi Allah azza wa jalla saya tidak pernah minta ganti apapun yang sudah jadi tanggung jawab saya sebagai suami. Kalo memang ada buktinya perihal itu, silahkan tampilkan. Saya cuma sempat marah ke istri pertama saya saat dokter di RSHS bilang ‘kenapa cek biopsinya di boromeus? enggak di RSHS sejak awal?’. Lalu saya konfirmasi ke istri saya, dia bilang saran dari keluarganya. Nah di situlah saya marah karena ‘kenapa ga konfirmasi ke suami dulu dan lebih mendengarkan keluarga?’ tapi perihal biaya sumpah demi Allah azza wa jalla yang saya keluarkan untuk biopsi Rp25 juta dan untuk cek kesehatan dan MRI sekitar Rp15 jutaan itu tidak pernah saya minta ganti ke istri saya,” ungkap Marcel.
Baca berita lain TribunnewsBogor.com di Google News