
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memulai hari Jumat (13/2/2026) dengan penuh kekhusyukan di Balai Kota Jakarta. Beliau bergabung dalam shalat Subuh dan zikir berjamaah bersama para habaib dan alim ulama dari Majelis Silaturahmi Al-Munawwar, menandai sebuah momen spiritual yang mendalam bagi kepemimpinan kota.
Kegiatan yang penuh makna ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta serta berbagai tokoh masyarakat. Dalam sambutannya, Gubernur Pramono memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan dua rencana penting dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta yang akan datang.
Kedua agenda utama yang diusung adalah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan Haul Ulama Betawi. Gubernur Pramono menyatakan persetujuannya agar MTQ kembali dilaksanakan secara berjenjang. Proses seleksi dan kompetisi ini akan dimulai dari tingkat kelurahan, berlanjut ke kecamatan, kemudian ke tingkat kota/kabupaten, hingga puncaknya di tingkat provinsi. Beliau meyakini bahwa inisiatif semacam ini akan membawa dampak positif dan kebaikan yang luas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Lebih lanjut, Gubernur Pramono menguraikan detail pelaksanaannya. “MTQ akan kita mulai dari tingkat kelurahan, naik ke kecamatan, kemudian ke kota/kabupaten, hingga provinsi. Saya yakin ini akan membawa kebaikan,” ujarnya. Selain itu, beliau menambahkan, “Haul Ulama Betawi juga akan kita selenggarakan secara bersama-sama di Monumen Nasional (Monas),” menegaskan komitmen pemerintah dalam melestarikan nilai-nilai keagamaan dan budaya Betawi.
Tak hanya fokus pada perayaan HUT DKI, Gubernur Pramono juga menyoroti persiapan menghadapi momentum mudik Lebaran. Beliau menginformasikan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan mengerahkan sekitar 661 bus untuk melayani kurang lebih 26.500 warga yang berencana untuk pulang kampung. Namun demikian, Gubernur Pramono juga melayangkan imbauan agar warga yang tidak mudik tetap aktif beraktivitas dan membelanjakan rezekinya di Jakarta, demi menggerakkan roda perekonomian ibu kota.
Menjelaskan lebih lanjut, Gubernur Pramono menuturkan, “Sebentar lagi kita akan menyambut bulan suci Ramadhan, Idul Fitri, dan mudik Lebaran. Jakarta akan menyiapkan kurang lebih 661 bus untuk sekitar 26.500 pemudik. Namun, saya juga mengajak warga untuk tetap di Jakarta dan membelanjakan rezekinya di sini.” Beliau juga menjanjikan berbagai insentif, “Pemerintah akan memberikan berbagai kado, termasuk diskon di pusat-pusat perbelanjaan,” sebagai daya tarik bagi warga untuk tetap menikmati suasana Lebaran di Jakarta.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur Pramono menyampaikan harapannya agar bulan suci Ramadhan tahun ini semakin semarak dengan cara lebih memakmurkan masjid dan mushala di seluruh Jakarta. Beliau juga mengimbau seluruh warga untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama serta bersama-sama menciptakan suasana Jakarta yang aman, nyaman, dan tertib. Harapan tulus pun terucap, “Semoga Allah SWT menerima ibadah kita dan membimbing setiap langkah kita dalam mewujudkan Jakarta yang aman, nyaman, dan sejahtera,” tutupnya.