SMF: Investasi Rp 1 triliun di sektor perumahan bisa dongkrak PDB Rp 1,9 triliun

Photo of author

By AdminTekno

Kita Tekno SURAKARTA. Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), Ananta Wiyogo, menegaskan bahwa investasi di sektor perumahan memiliki dampak ekonomi yang luar biasa. Setiap Rp 1 triliun yang diinvestasikan pada sektor ini, mampu memicu peningkatan produk domestik bruto (PDB) nasional hingga Rp 1,9 triliun. Angka ini secara jelas menunjukkan betapa besarnya efek berganda atau multiplier effect yang dihasilkan sektor perumahan terhadap perekonomian.

“Berdasarkan kajian independen DTS Indonesia, sektor perumahan terbukti menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Dengan efek berganda sebesar 1,86 kali, setiap investasi Rp 1 triliun akan memicu aktivitas di berbagai sektor lainnya, menghasilkan PDB sebesar Rp 1,9 triliun,” jelas Ananta dalam Media Briefing di Surakarta, Kamis (12/2/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi peran krusial sektor perumahan dalam menggerakkan roda ekonomi nasional.

Menyadari peran strategis tersebut, SMF tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga turut aktif melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini secara spesifik berupaya memperbaiki kualitas rumah tidak layak huni di kawasan kumuh, menyasar masyarakat pada kelompok desil 2 ke bawah. Ini adalah kelompok warga dengan penghasilan tidak tetap dan tidak memiliki kemampuan untuk mengangsur pembiayaan perumahan konvensional, sehingga mereka sangat membutuhkan uluran tangan.

Ananta menambahkan bahwa program TJSL yang berfokus pada peningkatan kualitas hunian di daerah kumuh merupakan solusi konkret untuk menekan angka backlog kelayakan hunian. Lebih dari itu, inisiatif ini juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Beberapa target SDGs yang didukung mencakup SDGs 1 (pengentasan kemiskinan), SDGs 3 (kehidupan sehat dan sejahtera), SDGs 6 (akses air bersih dan sanitasi layak), serta SDGs 11 (kota dan permukiman yang berkelanjutan), menunjukkan komitmen SMF terhadap dampak sosial yang lebih luas.

Meski demikian, Ananta menekankan bahwa penanganan permukiman kumuh tidak bisa dilakukan secara parsial jika ingin mencapai pertumbuhan ekonomi dan target SDGs secara optimal. Diperlukan pendekatan terpadu yang melibatkan kolaborasi dari berbagai pihak. Program SMF dirancang sebagai bagian integral dari penanganan kawasan secara menyeluruh, yang kemudian dilanjutkan oleh Pemerintah Kota Surakarta melalui perbaikan infrastruktur lingkungan, sanitasi, drainase, hingga akses dasar lainnya.

Ke depannya, SMF berkomitmen untuk terus memperkuat perannya tidak hanya sebagai penyedia likuiditas pembiayaan perumahan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dan daerah. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap pembangunan perumahan benar-benar memberikan dampak langsung dan signifikan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam mewujudkan hunian layak bagi setiap keluarga Indonesia.

Sebagai bukti nyata komitmen ini, SMF telah menjalin kerja sama erat dengan Pemerintah Kota Surakarta dalam penataan kawasan kumuh di Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon. Hingga saat ini, program tersebut telah melalui dua tahap. Pada tahap pertama yang rampung tahun 2022, sebanyak 47 rumah berhasil dibangun dan direvitalisasi. Kemudian, pada tahap berikutnya, 56 rumah lagi dibangun sebagai bagian dari kelanjutan program revitalisasi kawasan yang komprehensif tersebut.

Leave a Comment