
Kita Tekno Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji tegaskan tetap mendampingi Timnas Indonesia meski telah diskorsing berat oleh FIFA.
Seperti diketahui bersama, Sumardji mendapat skorsing berat dari FIFA buntut kerusuhan di akhir laga Timnas Indonesia melawan Irak.
Tepatnya di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, di mana skuad Garuda harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Singa Mesopotamia.
Pertandingan yang digelar di Stadion King Abdullah, Arab Saudi, itu memang berakhir dengan sedikit kericuhan dan menegangkan.
Usai laga, Sumardji terlibat keributan dengan wasit asal China, Ma Ning, dan didakwa melakukan tindakan agresif kepadanya.
Dan tindakan itu membuat wasit Ma Ning terjatuh, Sumardji pun langsung diganjar kartu merah saat itu olehnya.
Komdis FIFA menjatuhkan sanksi berupa larangan mendampingi Timnas Indonesia sebanyak 20 pertandingan dan denda Rp324 juta.
Sumardji didakwa melanggar Pasal 14 Kode Disiplin FIFA poin 1 terkait dengan penyerangan kepada perangkat pertandingan.
Ia mengakui kesalahannya, tapi mengaku terkejut dengan sanksi yang diberikan menurutnya sangat berat dan jauh dari ekspektasinya.
Bukan ke AFC, Sumardji Minta Kejelasan Isu Asian Games 2026 Langsung ke Komite Olimpiade
“Jujur saya kaget kenapa sanksinya besar sekali sampai 20 pertandingan resmi FIFA.”
“Itu cukup memberatkan. Saya tidak membantah, saya akui itu salah,” kata Sumardji.
Sumardji juga menegaskan bahwa tindakannya ke wasit hanya sebagai cara melindungi para pemainnya dari hukuman kartu merah.
Di mata Sumardji saat itu, wasit Ma Ning tengah mencoba mencari celah agar memiliki alasan memberi kartu merah kepada pemain Indonesia.
Sumardji mengaku tindakannya hanya sebatas menghalangi, ia mengibaratkan diri sebagai orang tua para pemain timnas.
“Saya hanya ingin pemain ini terlindungi,” kata Sumardji melanjutkan.
“Saya melihat wasit seperti mencari celah untuk memberi kartu merah.”
“Sehingga waktu itu saya halangi dengan tangan. Itu risiko membawa tim.”
Sumardji Diskorsing FIFA 20 Laga dan Denda Rp324 Juta usai Menyerang Wasit China
“Saya mengibaratkan diri sebagai orang tua yang harus mengamankan dan melindungi anak-anaknya.”
Meski mengakui skorsing yang diberikan FIFA sangat berat, Sumardji tak kehabisan akal untuk dapat menemani timnas.
Ia memiliki trik untuk mengakali skorsing itu, Sumardji menegaskan akan tetap mendampingi timnas meski hanya di luar stadion.
“Tidak ada masalah bagi saya, yang penting saya masih bisa memberi dukungan dan kontribusi untuk Timnas Senior.”
“Saya memang tidak boleh di bench, tapi tetap bisa mendampingi di hotel dan berangkat ke stadion, selama tidak masuk ruang ganti,” pungkas Sumardji.
Agenda terdekat Timnas Indonesia adalah FIFA Series 2026 yang digelar pada 23 hingga 31 Maret mendatang di Jakarta.