Alarm peringatan meraung, banjir terjang Semarang

Photo of author

By AdminTekno

Banjir menerjang sejumlah perumahan di Kelurahan Meteseh dan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Ketinggian air mencapai 1,5-2 meter.

Kepala BPBD Semarang Endro P Martanto mengatakan banjir terjadi dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB. Lokasi terdampak yaitu Perumahan Argo Residence, Grand Batik Semarang, Grand Permata Tembalang, Perumahan Dinar Indah, dan RW 1 Kelurahan Rowosari.

“Penyebabnya hujan deras dengan intensitas sedang-tinggi di wilayah Kota Semarang. Sistem drainase tidak mampu menampung debit air hujan yang membuat aliran air meluap di area permukiman,” ujar Endro kepada wartawan, Senin (16/1).

Ia menyebut, pagi ini air sudah surut dan menyisakan lumpur. Namun, masih ada warga yang mengungsi seperti di Grand Permata Tembalang, Dinar Indah, dan Rowosari.

“Sudah surut, sekarang sudah dalam pembersihan oleh warga dan relawan,” sebut Endro.

Sementara itu, Camat Tembalang Abdul Haris Nur Hidayat menjelaskan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Air mulai naik sekitar pukul 01.00 WIB dan surut pada pukul 03.00 WIB.

“Saya sampai sini jam 01.30 itu sudah tinggi. Terus jam 03.00 subuh mulai surut. Alhamdulillah tidak ada korban,” imbuh Haris.

Ketua RW 29 Sigit menambahkan, pukul 23.00 WIB alarm early warning system meraung karena ketinggian air Kali Babon tinggi. Sekitar pukul 00.30 WIB, air dari penampungan di perumahan tersebut melimpah sehingga tidak bisa mengalir ke Kali Babon dan justru menggenangi permukiman.

“Tanggul (penampungan air) baru ada kebocoran sehingga air melimpah cepat,” ujar Sigit.

Banjir di Dinar Indah cukup parah karena rumah-rumah langsung terendam. Bahkan ada yang hanya menyisakan atap.

“Paling tinggi sekitar 2 meter. Warga Dinar Indah mengungsi di Masjid Ar-Rahmah, sebagian sudah kembali ke ruang masing-masing untuk membersihkan lumpur,” kata Sigit.

Leave a Comment