Ringkasan Berita:
- Mantan Pangeran Inggris akhirnya ditangkap oleh kepolisian setelah diduga terdapat dengan frekuensi banyak dalam dokumen Epstein
- Polisi menduga ada keterlibatan besar Andrew dengan Jeffrey Epstein yang sempat dibalasnya beberaoa waktu lalu
- Mantan Pangeran Andrew membuat kecewa kakaknya, Raja Charles III
Kita Tekno – Setelah kehilangan jabatan sebagai Pangeran Kerajaan Inggris, Mantan Pangeran Andrew menghadapi kasus hukum yang lebih keras
Andrew Mountbatten-Windsor, adik Raja Charles III yang sebelumnya dikenal sebagai Duke of York, ditangkap oleh Kepolisian Thames Valley pada Selasa (17/2/2026).
Ia ditangkap di kediamannya di Royal Lodge, Windsor Great Park, Berkshire, atas dugaan pelanggaran dalam jabatan publik (misconduct in public office) yang diduga berkaitan dengan informasi dalam berkas Jeffrey Epstein.
Penangkapan ini dilakukan setelah polisi menilai laporan mengenai dugaan pembagian materi rahasia saat Andrew menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris.
Andrew kini berada dalam tahanan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Penangkapan Andrew diduga terkait Dokumen Epstein
Kepolisian Thames Valley sebelumnya menyatakan tengah menilai laporan terkait dugaan pembagian materi rahasia oleh Andrew kepada mendiang Jeffrey Epstein.
Informasi yang diselidiki disebut berasal dari berkas Epstein yang dirilis pada Januari lalu.
Meski Andrew sebelumnya telah membantah segala bentuk pelanggaran terkait Epstein, ia belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terbaru mengenai dugaan tersebut.
BBC juga memahami bahwa Raja Charles dan Istana Buckingham tidak diberi tahu sebelumnya mengenai rencana penangkapan tersebut.
Raja Charles angkat bicara
Tak lama setelah kabar penangkapan muncul, Raja Charles merilis pernyataan resmi.
“Saya mengetahui dengan keprihatinan yang paling mendalam berita tentang Andrew Mountbatten-Windsor dan dugaan pelanggaran dalam jabatan publik,” tulis Raja Charles, dikutip dari BBC, Kamis (19/2/2026).
“Yang akan terjadi selanjutnya adalah proses penuh, adil, dan layak di mana persoalan ini akan diselidiki dengan cara yang semestinya dan oleh otoritas yang berwenang.”
“Dalam hal ini, sebagaimana telah saya katakan sebelumnya, mereka mendapat dukungan dan kerja sama penuh dari kami.”
“Izinkan saya menyatakan dengan jelas: hukum harus berjalan sebagaimana mestinya.”
“Selama proses ini berlangsung, tidaklah tepat bagi saya untuk memberikan komentar lebih lanjut mengenai perkara ini.”
“Sementara itu, saya dan keluarga saya akan terus menjalankan tugas dan pengabdian kami kepada Anda semua,” tutup rilis dari Raja Charles itu.
Alami kejadian tak menyenangkan bertubi-tubi
Kepolisian Inggris menangkap mantan Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor pada Kamis (19/2/2026), tepat di hari ulang tahunnya yang ke-66.
Penangkapan ini dilakukan menyusul perilisan jutaan dokumen Jeffrey Epstein, terpidana kasus kejahatan seksual, oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS). Andrew ditangkap karena keterlibatannya dalam kasus Epstein.
Andrew, yang telah dicopot dari gelar kerajaannya tahun lalu, kini menghadapi konsekuensi hukum serius setelah bertahun-tahun berada di bawah pengawasan ketat publik terkait hubungannya dengan Epstein.
Kepolisian Thames Valley dalam pernyataan resminya menyebutkan, mereka telah menahan seorang pria berusia 60-an atas dugaan pelanggaran jabatan publik.
Di Inggris, dakwaan ini membawa ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup, sebagaimana dilansir NBC News.
Meski polisi tidak menyebut nama secara langsung sesuai prosedur hukum Inggris, mereka merilis pernyataan tersebut saat dikonfirmasi mengenai penangkapan Andrew.
“Kami memahami besarnya kepentingan publik dalam kasus ini, dan kami akan memberikan informasi terbaru pada waktu yang tepat,” ujar Asisten Kepala Polisi Oliver Wright.
“Setelah penilaian menyeluruh, kami kini telah membuka penyelidikan atas dugaan pelanggaran jabatan publik ini,” lanjut Wright.
Penyelidikan ini berfokus pada klaim bahwa Andrew, saat menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris pada 2010, diduga membagikan dokumen rahasia kepada Epstein.
Salah satu surel dalam dokumen AS menunjukkan Andrew meneruskan laporan dari penasihat khususnya mengenai kunjungannya ke Asia Tenggara kepada Epstein.
Berita viral lainnya
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com