Agrinas borong pikap India Mahindra dan Tata, totalnya 105 ribu unit

Photo of author

By AdminTekno

Indonesia kedatangan ratusan ribu unit kendaraan komersial ringan berupa pick up (PU) dari India yang dipesan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, salah satu entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk kebutuhan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Pertama datang dari Tata Motors yang menyetujui penjualan sebanyak 70 ribu unit dari masing-masing model Yodha PU berjumlah 35 ribu unit dan truk Ultra T.7 dengan total 35 ribu unit. Kedua adalah Mahindra lewat model Scorpio Pik Up sejumlah 35 ribu unit.

Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia, Asif Shamim mengatakan bahwa kendaraan komersial lansiran pabrikan dirancang sesuai dengan kebutuhan dan berbagai kondisi di lapangan. Sekaligus pembuktian penerimaan kendaraan buatan India.

“Ini akan mendukung logistik pertanian di Indonesia dengan meningkatkan konektivitas, memungkinkan pergerakan barang yang lebih efisien di seluruh jaringan pedesaan dan regional,” kata Asif dalam laman resmi Tata Motors.

Sementara CEO Divisi Otomotif Mahindra, Nalinikanth Gollagunta, mengatakan kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat tulang punggung logistik pedesaan serta meningkatkan efisiensi konektivitas petani ke pasar.

“Kerja sama ini mendukung Koperasi Indonesia melalui kemitraan kami dengan Agrinas Pangan Nusantara. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kami untuk memungkinkan kemakmuran dan mendukung prioritas nasional,” kata Nalinikanth dalam keterangan resminya.

Akumulasinya mencapai 105 ribu unit kendaraan komersial dengan status impor utuh alias completely built up (CBU) India. Jumlah tersebut nyaris menyamai capaian penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) kendaraan niaga ringan tahun 2025.

Data yang diolah dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, segmen pick up atau truk ringan dengan gross vehicle weight atau GVW di bawah 5 ton mampu terjual sebanyak 107.008 unit.

Menariknya, 35 ribu unit Scorpio Pik Up itu bahkan melampaui total volume ekspor Mahindra pada tahun fiskal 2025. Artinya, kontrak dengan perusahaan Indonesia menjadi kontributor utama dalam ekspansi global pabrikan tersebut tahun depan.

Leave a Comment