
Kita Tekno JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melantik enam pejabat tinggi pratama. Salah satunya adalah mantan juru bicara KPK yang diangkat menjadi direktur penyelidikan.
Pelantikan dilaksanakan di Gedung Juang KPK, Jakarta Selatan, Jumat (20/1/2026). Adapun, keenam pejabat yang dilantik sebagai berikut:
1. Kunto Ariyawan, S.E., sebagai Direktur Pembinaan dan Peran Serta Masyarakat.
: KPK Tetapkan 3 Korporasi sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi Batu Bara di Kuker
2. Tessa Mahardhika Sugiarto, S.I.K., M.I.Kom., sebagai Direktur Penyelidikan.
3. Maruli Tua, S.E., M.E., sebagai Direktur Koordinasi dan Supervisi V.
: : KY: Pemeriksaan Etik Hakim Kena OTT KPK Tunggu Hasil Sidang Pleno
4. Iskandar Marwanto, S.H., M.H., sebagai Kepala Biro Hukum.
5. Taryanto, S.T., M.A., sebagai Direktur Deteksi dan Analisis Korupsi.
: : KPK Bakal Dalami Dugaan Gratifikasi Fasilitas Jet Pribadi untuk Menag Nasaruddin Umar
6. Budi S., S.H., M.Hum., sebagai Direktur Penuntutan
Sekretaris Jenderal KPK Cahya Hardianto Harefa mengatakan mereka telah memenuhi tahapan seleksi administrasi, penulisan makalah, kesehatan jiwa dan fisik, hingga wawancara. Dia berpesan kepada pejabat yang baru dilantik untuk melakukan pembenahan agar meningkatkan kinerja lembaga antirasuah.
Menurutnya, KPK akan dihadapkan dengan berbagai modus korupsi terbaru sehingga menjadi tantangan bagi para tim untuk mendeteksi maupun memberantas korupsi.
“Ke depan, pelaksanaan tugas pemerintahan korupsi di lingkungan KPK juga akan makin menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring berkembangnya dengan modus tindak pendanaan korupsi, kemajuan teknologi, serta meningkatnya ekspektasi publik terhadap efektivitas kinerja lembaga,” katanya, Jumat (20/2/2026).
Dia mengimbau kepada direktur penyelidikan dan penuntutan untuk agar memitigasi tantangan utama terhadap pola kejahatan yang semakin berkembang, kebutuhan pembuktian, dan optimalisasi kerugian negara.
Termasuk dinamika proses peradilan dan pelaksanaan putusan yang memerlukan koordinasi lintas sektor. Cahya menyampaikan bahwa perlu ada strategi khusus untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
“Jadi jangan harapkan hasil kita bisa berbeda lebih baik kalau pola kerja, target kerja masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Dia berharap semua petugas di KPK saling berkoordinasi sehingga dapat menuntaskan setiap perkara tindak korupsi.