Kebrutalan ibu tiri siksa anaknya di Sukabumi: pernah aniaya korban pakai benda tumpul sebelum tewas

Photo of author

By AdminTekno

Ringkasan Berita:

  • Kasus penganiayaan anak oleh ibu tiri kembali menghebohkan publik setelah bocah berinisial NS (12) tewas di Sukabumi dengan tubuh penuh luka.
  • Ayah korban mengungkap kekerasan serupa pernah terjadi setahun lalu, bahkan sempat dilaporkan ke polisi namun berakhir damai lewat mediasi.
  • Kini kasus kembali mencuat, viral di media sosial, dan polisi tengah menyelidiki dugaan penganiayaan berat hingga menewaskan korban.

Kita Tekno – Kasus kekerasan anak kembali mengguncang publik setelah terungkap kebrutalan seorang ibu tiri yang menyiksa anak tirinya hingga tewas di Sukabumi.

Korban ternyata dulu juga pernah mengalami penganiayaan, termasuk dipukul menggunakan benda tumpul, sebelum akhirnya kini meregang nyawa.

Aksi keji ini memicu kemarahan masyarakat dan sorotan tajam terhadap perlindungan anak serta peran lingkungan sekitar dalam mencegah kekerasan.

Anwar Satibi (38), ayah anak korban dugaan penganiayaan ibu tiri yang berujung maut, mengungkapkan bahwa tindak kekerasan terhadap anaknya almarhum NS (12), sudah pernah terjadi sebelumnya.

Bahkan peristiwa setahun lalu itu sempat dilaporkan ke pihak kepolisian.

Anwar menuturkan istrinya memiliki dua anak angkat, masing-masing satu perempuan dan satu laki-laki. Saat itu, anak laki-laki yang kini duduk di kelas 3 SMA kerap terlibat pertengkaran dengan anak kandungnya yang masih duduk di bangku kelas 6 SD.

“Kalau berantem antara anak saya dengan anak itu, yang dihantam selalu anak saya,” ujar Anwar, Sabtu (21/2/2026). 

Ia mengaku pernah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polres Sukabumi sekitar satu tahun lalu. Peristiwa itu dipicu pertengkaran antara korban dan anak angkat tersebut.

Namun, laporan tersebut tidak berlanjut setelah ada mediasi yang difasilitasi seorang tokoh masyarakat setempat bernama Haji Isep.

Saat itu, istrinya disebut memohon agar perkara tidak diteruskan.

“Dia sampai sujud ke saya, minta jangan dilaporkan. Katanya Mama mau tobat dan berperilaku baik. Akhirnya terjadi perdamaian,” tuturnya.

Meski demikian, Anwar menegaskan laporan tersebut sebenarnya belum dicabut secara resmi.

Ia bahkan masih mengingat jelas kondisi anaknya saat itu mengalami luka dibagian tubuhnya dipukul menggunakan benda tumpul olen istrinya.

“Saksi waktu itu Kanit Riki. Kita buka baju anak saya, saya sampai nangis lihatnya,” ucapnya.

Kini, kasus dugaan penganiayaan kembali mencuat setelah korban mengalami kekerasan berat hingga meninggal dunia.

Perkara tersebut tengah dalam penanganan aparat kepolisian.

Anwar berharap apabila nantinya ditemukan unsur pidana, proses hukum dapat berjalan tegas.

“Kalau memang terbukti, saya ingin ini jadi efek jera. Kita ini negara hukum, jangan semena-mena,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang bocah laki-laki berinisial NS (12), warga Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia dengan kondisi tubuh penuh luka bakar.

Kematian korban menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

NS diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh ibu tirinya.

Peristiwa tragis ini pun viral di media sosial. Sejumlah unggahan yang menyebutkan dugaan kekerasan terhadap korban ramai dibagikan warganet dan menuai kecaman luas. 

Banyak netizen mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Informasi yang dihimpun Tribunjabar, korban sempat mengalami luka bakar serius di beberapa bagian tubuhnya sebelum akhirnya meninggal dunia.

Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait kronologi lengkap kejadian tersebut.

Aparat kepolisian telah turun tangan melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban serta mendalami dugaan unsur penganiayaan.

(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)

Leave a Comment