
Harga emas global naik lebih dari 1 persen pada akhir pekan ini. Kenaikan didukung oleh data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan dan sikap investor yang mencerna pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal tarif global baru menyusul putusan Mahkamah Agung AS tentang tarif.
Dikutip dari Reuters, Minggu (22/2) harga emas spot naik 1,5 persen menjadi USD 5.071,48 per troy ons per Jumat (20/2) pukul 19.08 GMT. Sementara harga kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup 1,7 persen lebih tinggi pada USD 5.080,90 per troy ons.
“Sulit membayangkan presiden begitu saja mengemasi mainannya (tarif) dan pulang. Ia kemungkinan akan mencoba memberlakukan kembali tarif melalui aturan hukum lain, yang bisa memicu gejolak (volatilitas) di pasar,” kata Tai Wong, seorang trader logam independen.
Sementara terkait data ekonomi AS, hal itu menunjukkan perlambatan tajam pertumbuhan ekonomi AS menjadi 1,4 persen persen per tahun pada kuartal keempat 2025. Hal tersebut jauh di bawah perkiraan ekonom yang memproyeksi pertumbuhan sebesar 3 persen.
Melambatnya pertumbuhan ekonomi AS disebut karena penutupan pemerintahan (Government Shutdown) dan penurunan belanja konsumen memukul aktivitas ekonomi.
Meski demikian, indikator inflasi pilihan The Fed yaitu indeks pengeluaran konsumsi pribadi di AS naik 0,4 persen pada bulan Desember. Angka itu berada di atas ekspektasi kenaikan sebesar 0,3 persen.
“Hal itu menunjukkan bahwa ekonomi belum mendekati titik balik. Masih banyak hal yang tidak diketahui dan ketidakpastian seputar ekonomi AS, dan itu mendukung harga emas,” ujar Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior RJO Futures.
Selain emas, harga perak spot naik 5,8 persen menjadi USD 82,92. Harga platinum spot naik 4,5 persen menjadi USD 2.163,53, sementara palladium naik 4 persen menjadi USD 1.751,70.