Ringkasan Berita:
- Ibu tiri dari NS, bocah 12 tahun asal Sukabumi yang meninggal tak wajar, masih berstatus sebagai terlapor ungkap Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Hartono.
- Penyidik kini masih melakukan sinkronisasi, antara informasi yang didapat dari 16 orang saksi dengan fakta temuan di lapangan.
- AKP Hartono mengaku pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium Patologi Anatomi dan Toksikologi Forensik terhadap sampel organ dalam korban terkait penyebab kematian.
Kita Tekno – – Hingga kini masih diselidiki oleh Polres Sukabumi, kasus kematian bocah berusia 12 tahun berinisial NS di Sukabumi, Jawa Barat.
Usai viralnya video rekaman pengakuan NS sebelum meninggal, kasus kematian NS ini ramai jadi sorotan publik.
NS diduga mendapatkan tindakan penganiayaan oleh ibu tirinya dalam video tersebut.
Terkait proses penyelidikan kasus kematian NS ini, Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Hartono menyebut hingga kini ibu tiri dari NS masih berstatus sebagai terlapor.
Penyidik kini masih melakukan sinkronisasi, antara informasi yang didapat dari 16 orang saksi dengan fakta temuan di lapangan.
Terkait penyebab kematian AKP Hartono mengaku pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium Patologi Anatomi dan Toksikologi Forensik terhadap sampel organ dalam korban.

“Penyidik sedang bekerja keras melakukan sinkronisasi antara keterangan 16 saksi ini dengan temuan di lapangan.”
“Terkait sebab pasti kematian, kami masih menunggu hasil laboratorium Patologi Anatomi dan Toksikologi Forensik terhadap sampel organ dalam korban,” kata AKP Hartono, dilansir Kompas.com, Minggu (22/2/2026).
Sementara itu, hasil visum korban sebelumnya menunjukkan adanya luka di sekujur tubuh korban, termasuk pada bagian wajah, tangan dan kaki.
“Hasil visum menunjukkan adanya luka lecet di beberapa bagian wajah, leher, hingga anggota gerak. Selain itu, ditemukan luka bakar derajat 2A di beberapa titik tubuh dan lebam merah keunguan yang mengindikasikan adanya trauma tumpul,” jelas AKP Hartono.
Hasil Autopsi Korban
Seorang bocah pria berinisial NS (12) Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diduga meninggal dunia akibat tidak wajar.
Berdasarkan hasil autopsi, terdapat luka bakar di sekujur tubuh. Jenazah korban diautopsi Tim forensik RS Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Sukabumi telah melakukan autopsi selama tiga jam pada Jumat (20/2/2026).
Kepala Instalasi Forensik, Kombes dr. Carles Siagian, mengungkapkan adanya luka bakar di lengan, kaki kanan, kiri, hingga punggung.
Yang paling mencolok, ditemukan luka bakar lama yang sudah permanen di area bibir atas dan hidung.
“Sepertinya terkena panas yang menyebabkan luka bakar. Namun, luka-luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian,” ujar dr. Carles.
Kejanggalan muncul saat pemeriksaan organ dalam. Tim dokter menemukan kondisi paru-paru korban yang sedikit membengkak.
Karena luka luar dianggap tidak mematikan, tim forensik kini mencurigai adanya faktor lain di dalam tubuh korban.
“Kami sudah mengambil sampel organ untuk diuji laboratorium di Jakarta. Kami ingin mengetahui apakah ada zat-zat tertentu di dalam organnya,” tambahnya.
Tidak Ada Tanda Kekerasan Benda Tumpul
Meski ramai adanya dugaan penganiayaan oleh ibu tiri yang viral di media sosial, dr. Carles menegaskan bahwa pihaknya tidak menemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul.
Fokus penyelidikan kini beralih pada hasil uji laboratorium untuk memastikan apakah korban meninggal karena penyakit bawaan atau pengaruh zat eksternal.
Pihak kepolisian dari Polres Sukabumi kini masih menunggu hasil uji lab tersebut guna menentukan langkah hukum selanjutnya dalam kasus yang menimpa anak di bawah umur ini.
Dugaan Penganiayaan oleh Ibu Tiri
NS diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh ibu tirinya.
Kejanggalan muncul saat ayah korban, Anwar Satibi (38), mendapatkan kabar telepon dari istrinya bahwa NS sakit
Anwar mengaku saat itu sudah dua hari dua malam meninggalkan rumah untuk bekerja sebagai jasa panggilan pemasangan gigi.
“Saya ditelepon istri, katanya, ‘Yah pulang, si Raja tidak damang, sudah ngelantur, panas,’” ujar Anwar, Jumat (20/2/2026) sambil berlinang air mata di RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi.
Mendapat kabar tersebut, ia langsung bergegas pulang. Namun setibanya di rumah, ia terkejut melihat kondisi anak sulungnya yang disebutnya sudah tidak seperti biasanya. Padahal sepulang libur sekolah dari pondok pesantrennya ia baik-baik saja.
“Faktanya sebelum saya berangkat ke Sukabumi, anak saya sehat-sehat saja. Pas saya pulang, kulitnya sudah pada melepuh,” katanya.
Anwar sempat menanyakan kondisi tersebut kepada istrinya. Ia mengaku mendapat jawaban bahwa lepuhan itu disebabkan demam tinggi.
“Saya tanya, ‘Mah, kenapa kulitnya seperti ini?’ Dijawab karena sakit panas,” ucapnya.
Awalnya ia mengira kondisi itu akibat panas biasa. Namun karena kondisi tak kunjung membaik, NS kemudian dibawa ke RS Jampang Kulon.
Di Instalasi Gawat Darurat (IGD), menurut Anwar, anaknya sempat memberikan keterangan saat ditanya mengenai penyebab luka yang dialaminya.
“Jawabnya di IGD. Katanya disuruh minum air panas,” ujar Anwar.
NS kemudian menjalani perawatan intensif dan dipindahkan ke ruang ICU. Namun tak lama setelah itu, nyawanya tidak tertolong.
“Dari IGD masuk ICU, habis dari ICU meninggal,” katanya lirih.
Dengan dugaan kejanggalan pada kondisi anaknya yang memburuk dalam waktu singkat, Anwar kemudian memutuskan agar jenazah NS diautopsi.
(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Erik S)(Kompas.com/Riki Achmad Saepulloh)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kematian Bocah di Sukabumi, Polisi: Ibu Tiri Masih Berstatus Terlapor, Menunggu Hasil Lab Forensik, .