
Artis Tasya Kamila mengungkap kontribusinya kepada bangsa sebagai alumni awardee beasiswa LPDP. Hal itu Tasya sampaikan lewat unggahan di akun Instagramnya pada Selasa (24/2).
Tasya Kamila menyampaikan hal itu karena sering ditanya mengenai kontribusinya sebagai alumni awardee beasiswa LPDP. Sebab isu LPDP menjadi polemik belakangan ini.
“Sebagai sesama rakyat yang membayar pajak, aku sangat mengerti bahwa teman-teman mau ‘investasi’ kita semua melalui APBN dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan sumber daya manusia menghasilkan output yang baik buat bangsa,” tulis Tasya.
Sebelum menyampaikan kontribusinya, Tasya mengungkapkan bahwa dirinya kuliah S2 di Columbia University, Amerika Serikat, dengan mengambil jurusan Public Administration in Energy and Environmental Policy pada 2016-2018.
“Sedari mendaftar LPDP, aku sudah bekerja di bidang industri kreatif sebagai penyanyi, aktor, public speaker, dan figur publik,” tulis Tasya.
Tasya Kamila Ungkap Kontribusinya Sebagai Alumni Awardee Beasiswa LPDP
Tasya mengungkapkan dirinya mengambil jurusan itu karena memiliki ketertarikan di bidang lingkungan hidup dan perumusan kebijakan publik.
“Karena sejak 2005 sudah mengemban tugas sebagai Duta Lingkungan Hidup. Selain itu, aku punya cita-cita untuk jadi menteri, seenggaknya harus punya ilmu policymaking dong,” tulis Tasya.
Tasya mengungkapkan beberapa pencapaiannya selama kuliah. Misalnya saja lulus tepat waktu dengan IPK 3,75; aktif di organisasi pemuda internasional di bawah naungan PBB: Sustainble Development Solution Network-Youth, mewakili Pemuda Indonesia; dan berusaha berkontribusi dengan memanfaatkan resource kampus untuk mengembangkan proyek Desa Mandiri Energi di Sumba, NTT.
Sementara itu, kontribusinya bagi Indonesia selama Masa Bakti LPDP 2N+1 pasca-lulus ialah berkomitmen untuk pulang ke Indonesia usai lulus dan selama masa bakti. Kemudian menjadi jembatan antara pemerintah (policymaker) dan publik dalam kapasitas sebagai figur publik.
“Melakukan gerakan akar rumput (grassroot movement) untuk keberlanjutan melalui yayasan Green Movement Indonesia,” tulis Tasya.
Kemudian memberdayakan pemuda Indonesia melalui talkshow, seminar, workshop di bidang pendidikan, lingkungan hidup, dan kesehatan.
Tasya sempat menjadi pengajar untuk sebuah platform pendidikan online (mengajar geografi/lingkungan dan bahasa Inggris untuk tingkat SMA).
Perempuan 33 tahun itu juga berperan aktif dalam industri kreatif Indonesia dan melestarikan lagu anak Indonesia. Kemudian menggunakan media sosial untuk membagikan informasi seputar parenting, tumbuh kembang anak, dan kesehatan demi mendukung Generasi Emas Indonesia.
“Buatku, kontribusi kepada negeri tidak berhenti di masa bakti. Ini merupakan perjalanan dan komitmen seumur hidup untuk terus mencintai negeri, menghargai perjuangan rakyat, dan membangun Indonesia yang sejahtera dan berkelanjutan,” tulis Tasya.