
Beberapa massa di depan Polda DIY melaksanakan salat gaib untuk Arianto Tawakal (14), siswa MTsN 1 Maluku, yang tewas dianiaya oknum anggota Brimob, juga turut berhamburan.
Salah satu peserta aksi, Yazi mengatakan tidak boleh lagi ada masyarakat yang menjadi korban.
“Kita berharap setidaknya dengan cara salat gaib dan banyak aksi okupansi ini, kita berharap setidaknya polisi itu akan sadar dan melakukan reformasi,” katanya.

“Setidaknya kita berdoa dari hati yang paling dalam bahwa Allah nggak akan pernah diam. Mungkin itu saja dan kita doakan juga bersama teman-teman yang ada di sini, kita doakan semoga para almarhum yang menjadi korban dari kejahatan para polisi itu mendapatkan ketenangan di alam sana,” imbuhnya.
Usai menggelar salat gaib, suara letusan terdengar di sekitar Polda DIY. Massa yang tadinya berkumpul di depan gerbang timur Polda DIY lalu berhamburan menjauh. Belum diketahui sumber letusan tersebut.
Sebelumnya, massa datang ke Polda DIY sekitar pukul 18.00 WIB. Mereka langsung mencorat-coret tembok Polda DIY dan merobohkan gerbang sisi timur Polda DIY.