
Jemaah umrah di Masjidil Haram, Makkah, meluber, bahkan memecahkan rekor pada Sabtu (21/2) atau hari keempat Ramadan di Arab Saudi. Pengelola masjid menyebut pada hari itu sebanyak lebih 904 ribu jemaah melaksanakan umrah.
Jumlah jemaah umrah itu diumumkan oleh Otoritas Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, sebagaimana dikutip dari kantor berita SPA, Rabu (25/2).
Banyaknya jumlah jemaah umrah dalam satu hari itu mencerminkan tingginya semangat ibadah di hari-hari awal bulan suci ini. Jumlah ini mengalahkan rekor sebelumnya yang mencapai 500 ribu jemaah umrah dalam sehari pada 7 Maret 2025.

Para jemaah berasal dari dalam negeri Arab Saudi dan mancanegara. Indonesia turut menjadi penyumbang jemaah umrah terbanyak.
Ramadan Puncak Musim Umrah
Ramadan merupakan puncak musim umrah karena keutamaannya yang besar, sesuai hadis Nabi Muhammad Saw: Umrah di bulan Ramadan setara dengan haji bersamaku (HR. Bukhari dan Muslim).
Dilaporkan, Otoritas Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mengoperasikan sistem layanan terpadu 24 jam untuk menjamin kelancaran aktivitas ibadah.

Pengelolaan arus jemaah, penataan jalur tawaf dan sa’i, intensifikasi kebersihan dan sterilisasi, serta layanan panduan multibahasa menjadi bagian dari upaya komprehensif tersebut. Tujuannya, para jemaah dapat menunaikan ibadah dengan tenang dan penuh kekhusyukan.
Adapun jumlah 904 ribu itu hanya jemaah umrah saja pada hari Sabtu, belum jemaah salat biasa (non-umrah) yang jumlahnya juga sangat banyak.

Dan jumlah itu terjadi pada awal Ramadan, belum mencapai waktu favorit, yaitu 10 hari terakhir bulan Ramadan.
Karena itu, Otoritas terus memperkuat persiapan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah jemaah pada 10 hari terakhir Ramadan.