Detik-detik jenazah Alex Noerdin diterbangkan ke Palembang, Lury: Papa kita ke Palembang ya Pa

Photo of author

By AdminTekno

Ringkasan Berita:

  • Suasana duka menyelimuti kepulangan jenazah mantan Gubernur Sumatera Selatan, H. Alex Noerdin, dari Jakarta menuju tanah kelahirannya. 
  • Putri bungsu almarhum, Lury Elza Alex, membagikan momen saat mengantarkan sang ayah untuk terakhir kalinya melalui Bandara Halim Perdanakusuma pada Kamis (26/2/2026).
  • Melalui unggahan di media sosial Instagram miliknya, Lury membagikan detik-detik jenazah Alex Noerdin diterbangkan ke Palembang.

 

Kita Tekno – Kepergian Alex Noerdin, mantan Gubernur Sumsel meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, salah satu putri bungsunya, Lury Elza Alex.

Lewat Instagram miliknya @luryalexofficial, yang dikutip Tribun Sumsel, Kamis (26/2/2026), memperlihatkan saat momennya mengantarkan jenazah Alex Noerdin ke Bandara Halim Kusuma Perdana untuk dibawa ke Palembang, Sumsel.

“Papa kita ke Palembang ya papa,” tulisnya.

Tak hanya itu, dalam unggahan terbarunya Lury membagikan detik-detik jenazah sang ayah diterbangkan ke Palembang.

Tampak jenazah Alex Noerdin dimasukkan ke pesawat.

“Bismillah papa kita terbang ya pa,” kata Lury.

Diketahui, mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit (RS) Siloam Semanggi, Jakarta, Rabu (25/2/2026) pukul 13.303 WIB.

Adapun rumah duka berada di jalan Merdeka, Palembang, Sumsel.

Alex Noerdin akan dimakamkan di Kebun Bunga hari ini, Kamis (26/2/22026).

Kabar duka meninggalnya Alex Noerdin dibenarkan juru bicara keluarga besar Alex Noerdin, Okta Alfarisi saat dikonfirmasi Tribunsumsel.com. 

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia Bapak Alex Noerdin di RS Siloam Semanggi Jakarta Jam 13.30 WIB,” kata Okta dalam keterangan tertulis, Rabu.

Diketahui, semasa menjabat, ia disebut sebagai pelopor program sekolah gratis dan berobat gratis di Sumatera Selatan.

  Idap Infeksi Empedu

Sebelumnya, Alex Noerdin sempat dirawat di RS Siloam Sriwijaya, Palembang. 

Namun, karena kondisi kesehatannya terus menurun, politisi senior Partai Golkar tersebut dirujuk ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Alex Noerdin menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit (RS) Siloam Semanggi, Jakarta.

Ia dikabarkan mengalami infeksi empedu.

  Keluarga Sampaikan Permintaan Maaf

Alex Noerdin menghembuskan napas terakhir di usia 75 tahun pada pukul 13.30 WIB.

Lewat kuasa hukum Alex Noerdin, Tities Rachmawati, menyampaikan surat permintaan maaf yang mewakili keluarga Alex Noerdin.

“Mewakili keluarga, kami memohon yang sebesar-besarnya jika selama masa hidup dan masa persidangan terdapat kekhilafan yang dilakukan oleh beliau. Kami memohon doa agar almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” tulis surat tersebut, Rabu (25/2/2026).

Selain itu, dalam surat tersebut juga menyampaikan beberapa poin soal hukum yang tengah menjerat Alex Noerdin.

“Gugurnya Penentuan Demi Hukum: Berdasarkan ketentuan pasal 77 KUHP Jo Pasal 2 huruf c UU Nomor 20 Tahun 20205 tentang KUHAP Baru, yang menyatakan bahwa ‘Kewenangan menuntut pidana hapus, jika tertuduh meninggal dunia’ maka dengan ini segala proses hukum atau penuntutan yang sedang berjalan terhadap beliau dinyatakan gugur demi hukum

Penghentian Seluruh Proses Persidangan: Kami akan segara berkoordinasi dengan Majelis Hukum dan Penuntut Umum untuk melengkapi administrasi sengketa hukum ini agar segera dikeluarkan penetapan penghentian perkara,” tulisnya.

  Kasus yang Menjerat Alex Noerdin

Alex Noerdin menghabiskan masa-masa terakhirnya dengan menjalani proses hukum.

Ia terseret dalam beberapa kasus, di antaranya korupsi proyek Masjid Sriwijaya dan pembelian gas bumi oleh BUMD PDPDE.

Pada tingkat banding, Alex dijatuhi hukuman 9 tahun penjara setelah sebelumnya divonis 12 tahun oleh Pengadilan Negeri Palembang.

Upaya kasasinya pun ditolak oleh Mahkamah Agung pada tahun 2023.

Terakhir, pada Juli 2025, ia kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi revitalisasi Pasar Cinde Palembang.

Kepergian Alex Noerdin menandai berakhirnya era salah satu pemimpin paling berpengaruh dalam sejarah modern Sumatera Selatan.

Meski diwarnai kontroversi hukum, kontribusinya dalam mengubah wajah infrastruktur Sumsel tetap menjadi catatan sejarah bagi warga Bumi Sriwijaya.

(*)

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News  

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

Leave a Comment