Cerita pekerja migran Bali gagal ke Turki gara-gara perang AS-Israel vs Iran

Photo of author

By AdminTekno

Kita Tekno – , DENPASAR — Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali gagal berangkat ke Turki karena penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah, imbas serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran yang direspons dengan serangan balasan Teheran. 

Bernando, warga Kuta, Bali yang akan bekerja di Turki menjelaskan belum ada kepastian dari maskapai Emirates kapan penerbangan akan kembali dibuka. Sejak pagi dia datang ke bandara menanyakan kepastian, tetapi pihak maskapai menyebut pesawat belum bisa terbang karena ruang udara di Dubai, Uni Emirat Arab masih ditutup. 

“Hingga saat ini belum ada kejelasan, ya menunggu saja. Untuk refund tiket dan reschedule juga belum jelas, mau beli tiket yang harganya dua kali lipat lebih mahal belum tentu juga terbang,” kata Bernando, Minggu (1/3/2026).

: Iran Memanas, Ratusan Penumpang Emirates Tertahan di Bandara I Gusti Ngurah Rai

Bernando menjelaskan ada rute alternatif ke Turki melalui China, akan tetapi harganya sudah melonjak tinggi, mencapai Rp20 juta. Padahal saat normal tiket ke Turki hanya Rp7 juta. Sementara dia memilih menunggu informasi selanjutnya dari Emirates dan berharap perang segera selesai.

Sambil menunggu informasi terbaru, Bernando akan kembali ke rumahnya di Kuta. Sementara penumpang lainnya harus mencari hotel sendiri karena pihak maskapai tidak menanggung hotel.

: : Perang AS-Israel vs Iran Bakal Dorong Permintaan Aset Safe Haven, Harga Emas Makin Naik?

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Penerbangan dari Bali ke negara-negara Timur Tengah pada Minggu (1/3/2026) kembali dibatalkan dampak dari perang Amerika Serikat dengan Iran.

Gede Eka Sandi Asmadi, Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menjelaskan sehubungan dengan penutupan ruang udara, sejumlah rute penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang mengalami penundaan penerbangan dan/atau penyesuaian jadwal penerbangan.

Berdasarkan data dari maskapai penerbangan, jumlah calon penumpang dari 5 penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal penerbangan tersebut berjumlah 1.631 penumpang. Penanganan terhadap seluruh penumpang tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan kebijakan masing-masing maskapai.

Leave a Comment