
Lebih dari 1.000 orang dilaporkan tewas di Iran dan sejumlah negara di Timur Tengah sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan pada akhir pekan lalu. Serangan gabungan AS-Israel ke Iran diberi nama operasi Epic Fury.
Data itu disampaikan Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (Human Rights Activists News Agency/HRANA) yang berbasis di AS dikutip dari CNN, Kamis (5/3).
Konflik yang berlangsung sejak Sabtu (28/2) itu memicu korban jiwa di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Berikut rincian korban yang diketahui hingga saat ini:
Iran
Setidaknya 1.097 warga sipil tewas di Iran hingga kemarin sore waktu setempat, menurut laporan HRANA.
Di antara korban tersebut terdapat 168 anak-anak dan 14 guru yang tewas dalam serangan AS dan Israel terhadap sebuah sekolah dasar putri pada Sabtu, menurut laporan media pemerintah Iran.
Lebanon
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan setidaknya 74 orang tewas akibat pemboman Israel hingga Rabu.
Dari jumlah itu, tiga orang merupakan paramedis, menurut keterangan kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kuwait
Setidaknya 10 orang tewas akibat serangan Iran di Kuwait. Korban termasuk enam anggota militer AS, menurut Komando Pusat AS (CENTCOM).
Militer Kuwait juga menyatakan dua anggota militernya tewas dalam serangan tersebut pada Selasa (3/3).
Israel
Layanan darurat Israel, Magen David Adom, melaporkan setidaknya 10 orang tewas akibat serangan yang terjadi di wilayah Israel sejak Sabtu.
Irak
Direktorat media milisi Pasukan Mobilisasi Populer Irak menyebut 4 tentara mereka tewas dalam serangan udara AS dan Israel di wilayah Diyala pada Minggu.
Uni Emirat Arab (UEA)
Kementerian Pertahanan UEA melaporkan tiga orang tewas akibat serangan drone Iran.
Korban merupakan warga negara Pakistan, Nepal, dan Bangladesh.
Bahrain
Satu orang dilaporkan tewas setelah puing rudal yang berhasil dicegat memicu kebakaran di sebuah “kapal asing” di kawasan Kota Industri Salman, Bahrain, menurut media pemerintah negara itu pada Senin.