Presiden-Presiden RI yang Pernah Berkunjung ke Iran

Photo of author

By AdminTekno

Hubungan diplomatik Indonesia dan Iran telah terjalin sejak lama dan ditandai dengan sejumlah kunjungan tingkat kepala negara. Hubungan diplomatik kedua negara terjalin sejak 1950-an.

Kedua negara kerap bekerja sama dalam berbagai sektor, mulai dari energi, perdagangan, hingga forum internasional.

Sejak era Orde Baru hingga pemerintahan modern, beberapa Presiden RI tercatat melakukan kunjungan kenegaraan ke Teheran untuk memperkuat kerja sama politik, ekonomi hingga energi antara kedua negara.

Berikut sejumlah Presiden RI yang pernah berkunjung ke Iran:

Soekarno

Hubungan Indonesia-Iran terjalin sejak awal masa kemerdekaan. Salah satu tonggak pentingnya adalah kunjungan Presiden pertama RI Soekarno ke Iran pada 1956.

Dalam kunjungan tersebut, Soekarno bertemu langsung dengan penguasa Iran saat itu, Shah Mohammad Reza Pahlavi, di Teheran.

Lawatan tersebut merupakan bagian dari diplomasi internasional Indonesia pada masa awal kemerdekaan untuk memperluas hubungan dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Saat itu Iran masih berbentuk kerajaan dengan Shah Mohammad Reza Pahlavi sebagai kepala negara, jauh sebelum Revolusi Iran 1979 yang kemudian melahirkan Republik Islam Iran.

Pertemuan Soekarno dengan Shah Iran membahas penguatan hubungan persahabatan serta kerja sama politik dan ekonomi antara kedua negara.

Selain itu, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memperluas jaringan diplomasi internasional di tengah dinamika geopolitik dunia pada era Perang Dingin.

Kunjungan Soekarno ke Teheran juga mencerminkan pendekatan politik luar negeri Indonesia yang aktif menjalin hubungan dengan berbagai negara, termasuk di kawasan Timur Tengah.

Soeharto

Presiden ke-2 RI Soeharto melakukan kunjungan kenegaraan ke Iran pada 1993 atas undangan Presiden Iran saat itu, Ali Akbar Hashemi Rafsanjani.

Dalam kunjungan tersebut, Soeharto menggelar pembicaraan bilateral dengan Rafsanjani mengenai penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan industri antara kedua negara.

Lawatan ini juga mempererat hubungan Indonesia dan Iran yang saat itu sama-sama aktif dalam forum Gerakan Non-Blok.

Megawati Soekarnoputri

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri melakukan kunjungan ke Teheran pada 2004 saat masih menjabat sebagai presiden.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk menghadiri Konferensi D-8 sekaligus memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama antara Indonesia dan Iran.

Dalam lawatan itu, Megawati bertemu Presiden Iran saat itu, Mohammad Khatami, serta Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Megawati mengenang pertemuannya dengan Khamenei dalam surat yang disampaikan kepada Kedutaan Besar Iran di Jakarta.

“Kunjungan itu adalah untuk menghadiri Konferensi D-8 sekaligus memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama antara kedua negara. Kala itu saya berkesempatan untuk bertemu dengan Ayatollah Ali Khamenei,” tulis Megawati.

Ia juga mengaku merasakan sambutan hangat serta kharisma kepemimpinan Khamenei saat pertemuan tersebut.

“Saya merasakan sambutan persahabatan yang hangat serta kharisma kepemimpinan yang terpancar dalam diri beliau,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Megawati sempat mengundang Khamenei untuk datang ke Indonesia menghadiri Konferensi Ulama Islam Internasional di Jakarta pada Februari 2004 serta peringatan Konferensi Asia-Afrika ke-50 pada 2005.

Susilo Bambang Yudhoyono

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono melakukan kunjungan kenegaraan ke Iran pada Maret 2008.

Dalam kunjungan tersebut, SBY bertemu Presiden Iran saat itu, Mahmoud Ahmadinejad, serta Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama energi, perdagangan, dan investasi antara kedua negara.

Salah satu agenda penting dalam pembicaraan tersebut adalah rencana pembangunan kilang minyak Iran di Indonesia.

Joko Widodo

Presiden ke-7 RI Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan ke Teheran pada 13-15 Desember 2016.

Dalam lawatan tersebut, Jokowi bertemu Presiden Iran Hassan Rouhani, Ketua Parlemen Iran, serta Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama di berbagai sektor, antara lain energi dan minyak, perdagangan dan investasi, pengembangan infrastruktur, hingga kerja sama industri.

Indonesia juga mendorong partisipasi perusahaan nasional dalam pengelolaan ladang minyak di Iran.

Leave a Comment