Rudal Iran menuju Turki, ditembak jatuh sistem pertahanan NATO

Photo of author

By AdminTekno

Turki melaporkan sistem pertahanan udara NATO menghancurkan rudal balistik Iran yang menuju wilayah udaranya pada Rabu (4/3). Insiden ini menjadi keterlibatan pertama anggota NATO dalam konflik Ameriksa Serikat-Israel yang menyerang Iran.

Peristiwa itu memicu kekhawatiran konflik meluas dan menyeret aliansi militer Barat tersebut.

Turki merupakan tetangga Iran yang sebelumnya berupaya menengahi pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran sebelum perang pecah pada akhir pekan lalu.

Pemerintah Turki memperingatkan semua pihak agar tidak memperluas konflik.

“Semua pihak harus menahan diri dari tindakan yang akan menyebabkan eskalasi lebih lanjut,” kata Kementerian Pertahanan Turki dikutip dari Reuters, Kamis (5/3).

Pemerintah Turki belum menunjukkan rencana untuk meminta dukungan langsung dari NATO. Meski demikian, Ankara berpotensi menggunakan Pasal 4 NATO jika menilai pelanggaran wilayah udara tersebut sebagai ancaman serius. Pasal itu memungkinkan negara anggota meminta konsultasi darurat dengan sekutu.

Jika situasi memburuk, mekanisme tersebut bahkan dapat mengarah pada Pasal 5 NATO, yakni klausul pertahanan bersama yang mewajibkan negara anggota membantu negara yang diserang.

Belum diketahui secara pasti ke mana rudal Iran itu ditujukan.

NATO mengecam penargetan terhadap Turki dan menegaskan dukungannya kepada negara anggota tersebut, yang memiliki militer terbesar kedua di aliansi setelah Amerika Serikat.

Dekat Pangkalan Militer AS

Amerika Serikat memiliki pasukan udara yang ditempatkan di Pangkalan Udara Incirlik di Turki selatan.

Pangkalan tersebut berada dekat Provinsi Hatay, wilayah tempat puing-puing rudal pencegat NATO dilaporkan jatuh.

Turki menyatakan Washington tidak menggunakan pangkalan Incirlik dalam serangan udara terhadap Iran yang dilakukan bersama Israel.

Serangan tersebut sebelumnya memicu Iran meluncurkan serangan balasan berupa rudal dan drone ke sejumlah wilayah di kawasan.

Iran belum memberikan komentar langsung mengenai insiden rudal yang menuju wilayah Turki.

Namun dalam percakapan terpisah dengan Qatar terkait serangan Iran ke negara tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan rudal-rudal itu hanya menargetkan kepentingan Amerika Serikat, bukan Qatar.

Rudal Melintas Irak dan Suriah

Kementerian Pertahanan Turki menyebut, rudal Iran itu melintas melalui wilayah Irak dan Suriah sebelum akhirnya dihancurkan oleh sistem pertahanan udara NATO yang ditempatkan di Laut Mediterania timur.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

“Semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan wilayah dan ruang udara kami akan diambil… (dan) kami berhak untuk menanggapi tindakan permusuhan apa pun,” kata Kemhan Turki.

Turki juga menegaskan akan terus berkonsultasi dengan NATO serta sekutu lainnya.

Turki Ajukan Protes ke Iran

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyampaikan protes kepada Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi melalui sambungan telepon setelah insiden tersebut.

Leave a Comment