Peringatan dari Iran: Timur Tengah tak akan damai jika pangkalan AS masih ada!

Photo of author

By AdminTekno

Kita Tekno – , TEHERAN – Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa Timur Tengah tidak akan pernah damai selama masih menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika Serikat (AS). Iran diketahui telah menyerang wilayah Israel dan target militer AS di Timur Tengah sebagai tanggapan atas operasi militer gabungan yang diluncurkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari.

“Kebijakan pertahanan Republik Islam Iran konsisten, berdasarkan pedoman Imam kita yang telah gugur sebagai syahid. Selama keberadaan pangkalan AS di kawasan ini berlanjut, negara-negara tersebut tidak akan menikmati perdamaian,” katanya di X pada Sabtu (7/3/2026).

Hari pertama aksi militer tersebut menyebabkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sebuah sekolah perempuan di Iran selatan dibom. Iran memperkirakan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 1.200 orang.

Sementara itu, China dilaporkan mulai beralih mendukung Iran dengan memberikan bantuan finansial, suku cadang pengganti, dan komponen terkait rudal. Mengutip tiga sumber yang mengetahui masalah itu, laporan tersebut menyebutkan Beijing sejauh ini menghindari keterlibatan langsung dalam konflik antara Iran dan AS-Israel, tetapi para pejabat AS memantau tanda-tanda bahwa posisi China mungkin berubah.

China adalah pembeli utama minyak mentah Iran dan secara terpisah telah mendesak Teheran untuk memastikan navigasi yang aman melalui Selat Hormuz bagi kapal komersial, sebut laporan itu. Seorang sumber intelijen mengatakan kepada CNN bahwa China sangat berhati-hati memberikan dukungan karena konflik tersebut bisa mengancam ketahanan energinya.

CNN juga melaporkan bahwa Rusia diduga telah berbagi citra satelit dan intelijen penargetan lainnya dengan Iran, termasuk data mengenai posisi dan pergerakan pasukan AS. Badan Intelijen Pusat (CIA) menolak mengomentari laporan tersebut.

 

Pekan lalu, enam tentara AS tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan drone Iran di Kuwait. Iran telah meluncurkan ribuan drone serang dan ratusan rudal ke fasilitas militer AS, kedutaan besar, dan sasaran sipil, sementara serangan AS dan Israel menghantam lebih dari 2.000 lokasi di Iran.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam sejak AS-Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu, yang menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi, dan sejumlah pejabat militer senior.

Iran membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan AS, fasilitas diplomatik, dan personel militer di seluruh kawasan, serta beberapa kota di Israel. Serangan tersebut terus meningkat.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Ahad (8/3/2026) mengumumkan bahwa mereka menghantam pusat penyulingan minyak milik Israel di Haifa dengan rudal Kheibar Shekan. Menurut IRGC dikutip Al Mayadeen, serangan itu sebagai balasan serangan Israel yang menyasar pangkalan penyimpanan minyak Iran di Teheran.

Pernyataan IRGC dikeluarkan bersamaan dengan gelombang ke-27 Operasi Janji Setia 4 yang mana serangan dilancarkan dengan luncuran rudal dan drone terhadap target-target milik AS dan Israel. Menurut IRGC, dengan rudal Kheibar Shekan, pusat penyulingan minyak di Haifa sukses ditarget.

Adapun serangan drone, menurut keterangan IRGC, juga sukses menghantam target militer AS yang berlokasi di arena Marina, dekat gedung Warner Bros di Dubai, Uni Emirat Arab.

Leave a Comment