
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok pada akhir sesi I perdagangan, Senin (9/3). Berdasarkan data Stockbit, indeks komposit terperosok dalam ke zona merah di level 7.321,07.
IHSG
IHSG anjlok 264,61 poin (-3,59 persen) ke level 7.321,072. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 13,94 triliun dengan volume 31,15 miliar saham dan frekuensi 1,61 juta kali.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih merosot. Dilansir Bloomberg, nilai tukar rupiah terhaap dolar AS di level Rp 16.986 per dolar AS atau turun 61,00 poin (0,36 persen)
Top Gainers
SHID (Hotel Sahid Jaya International) naik 185 poin (24,50%) ke 940
SICO (Sigma Energy Compressindo) naik 25 poin (18,12%) ke 163
OILS (Indo Oil Perkasa ) naik 38 poin (17,76%) ke 252
ASPR (Asia Pramulia) naik 14 poin (11,38%) ke 137
MKAP (Multikarya Asia Pasifik Raya) naik 100 poin (9,95%) ke 1.105
Top Losers
RONY (Aracord Nusantara Group) turun 390 poin (15,00%) ke 2.210
FOLK (Multi Garam Utama) turun 72 poin (14,69%) ke 418
SOTS (Satria Mega Kencana) turun 180 poin (14,69%) ke 1.045
SKBM (Sekar Bumi) turun 130 poin (14,69%) ke 755
FITT (Hotel Fitra International) turun 105 poin (14,58%) ke 615
Top Value
BUMI (Bumi Resources) senilai Rp1,03 triliun
ENRG (Energi Mega Persada) senilai Rp673,56 miliar
BMRI (Bank Mandiri (Persero)) senilai Rp603,07 miliar
BBCA (Bank Central Asia) senilai Rp539,09 miliar
BBRI (Bank Rakyat Indonesia (Persero)) senilai Rp523,67 miliar
Top Volume
GOTO (GoTo Gojek Tokopedia) sebanyak 49,96 juta lembar
BUMI (Bumi Resources) sebanyak 48,92 juta lembar
BIPI (Astrindo Nusantara Infrastruktur) sebanyak 16,97 juta lembar
BNBR (Bakrie & Brothers) sebanyak 11,89 juta lembar
DEWA (Darma Henwa) sebanyak 5,68 juta lembar
Bursa Asia
Data dihimpun dari Stockbit dan Yahoo Finance, mayoritas bursa regional Asia terpantau ambruk di zona merah:
Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 6,72% ke 51.949,31
Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 2,67% ke 25.087,93
Indeks SSE Composite di China turun 1,14% ke 4.077,68
Indeks Straits Times di Singapura turun 2,74% ke 4.717,39
IHSG Diproyeksi Melemah ke 6.800 Jika Konflik Iran Terus Berlanjut
Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, Lionel Priyadi, memperkirakan pergerakan IHSG berpotensi berada di kisaran 6.800 hingga 7.300, tergantung pada intensitas konflik yang terjadi.
Sementara itu, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai secara teknikal IHSG saat ini berada dalam fase bearish consolidation setelah terbentuk pola downward bar. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual di pasar masih cukup kuat.

Di sisi lain, indikator Stochastics K_D juga memberikan sinyal negatif, sementara volume perdagangan cenderung menurun. Meski begitu, indikator RSI sudah berada pada area jenuh jual yang biasanya membuka peluang terjadinya rebound teknikal.
“Pergerakan IHSG masih dipengaruhi sentimen negatif dari perang AS-Iran yang mendorong investor global mengurangi risk appetite dan beralih ke aset safe haven,” kata Nafan.
Selain faktor geopolitik, pasar juga dibayangi sentimen domestik setelah lembaga pemeringkat Fitch Ratings menurunkan outlook kredit Indonesia dari stable menjadi negative. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan fiskal dan stabilitas makro pemerintah ke depan.
“Telah menimbulkan kekhawatiran investor terkait arah kebijakan fiskal dan stabilitas makro dari pemerintah,” tutupnya.