Memanasnya tensi di Timur Tengah kembali disorot dengan ancaman tegas yang dilontarkan Iran terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Di tengah pusaran konflik yang kian meluas dan turut menyeret Amerika Serikat, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) secara eksplisit menyatakan tekad mereka untuk terus memburu Netanyahu. Dalam pernyataan yang dikutip oleh media Iran, IRGC tak segan menyebut Netanyahu sebagai individu yang harus dimintai pertanggungjawaban. “Jika penjahat pembunuh anak-anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan seluruh kekuatan,” demikian ancaman keras IRGC, seperti dilansir Al-Jazeera pada Minggu (15/3).
Ancaman verbal ini bukan satu-satunya bentuk eskalasi dari Teheran. Di samping retorika tajam, IRGC juga mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sebuah pangkalan militer Amerika Serikat yang berlokasi di Uni Emirat Arab. Melalui pernyataan resmi yang dimuat oleh sejumlah kantor berita di Iran, mereka mengungkapkan telah menembakkan 10 rudal dan mengerahkan sejumlah drone menuju pangkalan udara Al Dhafra. Serangan ini disebut secara khusus menargetkan pasukan AS yang ditempatkan di fasilitas militer tersebut.
Bersamaan dengan tindakan militer yang diklaim tersebut, otoritas Iran juga memperketat keamanan internal mereka. Sebanyak 20 orang ditangkap di wilayah barat laut Iran atas dugaan menjadi informan Israel. Laporan dari kantor berita Tasnim, yang mengutip kantor kejaksaan Provinsi Azerbaijan Barat, menyebutkan bahwa para tersangka dituduh berupaya bekerja sama dengan Israel. Mereka diduga kuat mengirimkan informasi sensitif mengenai lokasi fasilitas militer serta aset-aset keamanan Iran kepada pihak Israel. Salah satu jaksa yang terlibat dalam kasus ini menyatakan, “Beberapa jaringan tentara bayaran yang berafiliasi dengan rezim Zionis yang bekerja sama, termasuk mengirimkan rincian lokasi militer, penegak hukum, dan keamanan kepada musuh Zionis, telah ditindak. Sebanyak 20 orang ditangkap dan ditahan melalui perintah pengadilan,” seperti yang juga dikutip dari Al-Jazeera.
Tindakan-tindakan ini terjadi di tengah serangkaian eskalasi yang telah berlangsung sebelumnya. Sebelumnya, kantor berita Reuters melaporkan bahwa Israel telah memulai fase baru serangan yang menargetkan Iran, dengan fokus pada pos-pos keamanan. Situasi ini semakin memperuncing konflik yang melibatkan ketiga kekuatan utama—Amerika Serikat, Israel, dan Iran—yang terus menunjukkan tanda-tanda pemanasan.