Polisi temukan helm milik terduga pelaku penyiraman air keras ke Andrie Yunus

Photo of author

By AdminTekno

Polisi telah mengonfirmasi penemuan helm yang diduga kuat milik pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Penemuan bukti kunci ini menjadi babak baru dalam upaya pengungkapan kasus yang menghebohkan publik tersebut.

Helm berwarna hitam itu ditemukan oleh penyidik tergeletak di Jalan Salemba 1, Jakarta Pusat, yang mengarah ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), tak lama setelah insiden tragis pada Kamis (12/3) terjadi. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Hutagalung, saat memberikan keterangan pers di Polda Metro Jaya pada Senin (16/3), menjelaskan proses penemuan barang bukti vital ini.

“Dari penelusuran sepanjang Jalan Salemba 1, kami berhasil menemukan barang bukti yang diduga milik pelaku di jalur menuju RSCM,” tegas Kombes Pol Reynold. Ia juga menambahkan bahwa keabsahan helm tersebut telah diverifikasi secara cermat, dengan bukti rekaman CCTV yang secara jelas menunjukkan pelaku menggunakan helm yang sama saat melancarkan aksinya. Penegasan ini memperkuat posisi helm sebagai salah satu petunjuk terpenting.

Untuk mendalami penyelidikan, helm tersebut kini telah diserahkan ke Bareskrim Polri. Proses investigasi terhadap helm ini, yang telah dimulai sejak Minggu (15/3), melibatkan serangkaian pemeriksaan forensik yang canggih. Pada tanggal 15 Maret 2026, helm dikirim ke Pusat Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Pusinafis) Bareskrim Polri dengan harapan dapat mengidentifikasi sidik jari pelaku.

Tidak berhenti di situ, helm juga diteruskan ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. Di sana, para ahli akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mendapatkan sampel DNA yang diduga kuat milik pelaku. Langkah-langkah forensik ini diharapkan dapat memberikan petunjuk konkret mengenai identitas para penyerang.

Sebagai informasi tambahan, Andrie Yunus disiram air keras oleh dua orang tak dikenal (OTK) yang berboncengan sepeda motor. Rekaman CCTV awal memang memperlihatkan pengendara menggunakan helm hitam. Namun, dari analisis lebih mendalam terhadap rekaman CCTV, terungkap fakta baru bahwa terduga pelaku ternyata berjumlah empat orang, mengendarai dua sepeda motor berbeda. Keempatnya diketahui telah mengintai Andrie Yunus sejak korban masih berada di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Usai melancarkan aksinya, para pelaku dengan cepat berpencar menuju arah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Bahkan, untuk menghilangkan jejak, salah satu pelaku dilaporkan mengganti bajunya.

Leave a Comment