Akhirnya Paul Thomas Anderson menang Oscar, One Battle After Another borong 6 piala

Photo of author

By AdminTekno

Kita Tekno JAKARTA – Sutradara kenamaan Paul Thomas Anderson atau akrab disapa PTA, akhirnya memenangkan Oscar perdananya berkat One Battle After Another (2025) yang sekaligus memborong 6 piala dari 13 nominasi.

Film komedi gelap penuh aksi yang diadaptasi dari novel Vineland (1990) karya Thomas Pynchon itu pun mendominasi acara Academy Awards ke-98, disiarkan Senin (16/3/2026) dini hari.

One Battle After Another meraih penghargaan kategori Best Adapted Screenplay, Best Film Editing, Best Casting, Best Supporting Actor buat Sean Penn, serta dua piala bergengsi yang jarang sekali didapatkan oleh satu sutradara sekaligus: Best Director dan Best Picture.

: Daftar Seleb dan Atlet Terkaya: Dua Sutradara Kokoh di Puncak, Taylor Swift Merangkak Naik

“Terima kasih sekali. Kalian membuat seorang pria bekerja keras untuk satu [piala] ini. Saya sangat menghargainya,” ungkap PTA sembari bercanda saat membuka pidato penerima penghargaan sebagai sutradara terbaik.

Sekadar info, sutradara yang bermimpi membuat film sejak kecil dan mulai memegang kamera sejak berumur 8 tahun itu punya deretan karya bertabur pujian. 

: : Sutradara The Conjuring Siap Garap Avatar 4 Jika James Cameron Mundur

Mulai dari komedi gelap tentang aktor porno, Boogie Nights (1997); film dengan banyak karakter dan punya kejutan gila di akhir cerita, Magnolia (1999); sampai drama tentang pengebor minyak yang mengantarkan Daniel Day Lewis meraih Oscar, There Will Be Blood (2007).

Inherent Vice (2014) menjadi film pertama PTA hasil adaptasi novel Thomas Pynchon; disusul Phantom Thread (2017) dan Licorice Pizza (2021) yang semuanya masuk radar nominasi Oscar kategori screenplay maupun sutradara, tapi PTA belum juga mendapatkan piala.

: : Profil ‘Paddington ‘Paul King, Sutradara yang Siap Garap Film Labubu

Akhirnya, lewat film yang dihiasi performa kocak nan ikonik dari duo pensiunan pejuang revolusi, Leonardo DiCaprio dan Benicio del Toro, mencoloknya Sean Penn sebagai antagonis, serta penampilan apik Regina Hall dan Teyana Taylor, penantian PTA pun terbayar dengan beberapa piala sekaligus.

Menariknya, dominasi One Battle After Another menjadi sorotan warganet soal betapa DiCaprio merupakan resep bagi sutradara yang ingin mencetak sejarah di panggung Oscar.

Misalnya, James Cameron mendapat piala perdana lewat Titanic (1997) setelah Terminator banyak ‘terjegal’ dari sisi penghargaan. 

Sementara itu, Martin Scorsese juga mendapatkan piala pertamanya lewat The Departed (2006) setelah beberapa tahun sebelumnya terus mentok masuk nominasi saja. 

Adapun, Alejandro G. Inarritu yang sebelumnya diganjar Oscar lewat Birdman (2014), mampu meraih back-to-back lewat The Revenant (2015), dan menjadi sutradara ketiga sepanjang sejarah yang mampu membawa pulang piala dua musim berturut-turut.

Leave a Comment