Polda Metro Jaya memberikan pembaruan signifikan terkait penyelidikan kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Dalam perkembangan terkini, pihak kepolisian telah berhasil merilis identitas dua eksekutor yang diduga kuat terlibat dalam insiden keji tersebut.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/3), mengungkapkan inisial kedua terduga pelaku adalah BAC dan MAK. Data ini diperoleh dari sistem kepolisian yang terintegrasi. Meskipun dua inisial telah diumumkan, Kombes Iman menegaskan bahwa penyidik tidak menutup kemungkinan jumlah pelaku bisa lebih dari empat orang. Pernyataan ini sekaligus memperbarui informasi sebelumnya pada Senin (16/3) di mana Polda Metro Jaya mengindikasikan bahwa empat pelaku menggunakan dua sepeda motor. “Dari hasil penyelidikan kami, tidak menutup kemungkinan pelaku lebih dari empat orang, sebagaimana informasi awal yang kami sampaikan,” terang Iman, mengisyaratkan kompleksitas kasus ini.
Sementara itu, perkembangan signifikan juga datang dari Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.
TNI Amankan Empat Terduga Pelaku
Puspom TNI berhasil mengamankan empat individu yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Keempat terduga pelaku ini kini menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap peran mereka dalam insiden tersebut.
Danpuspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan hasil tindak lanjut setelah pihaknya menerima para terduga pelaku pada Rabu (18/3) pagi. Dalam konferensi pers di Mabes TNI pada hari yang sama, Mayjen Yusri menyatakan, “Tadi pagi saya menerima empat orang yang diduga tersangka melakukan kegiatan penganiayaan terhadap saudara Andrie Yunus.” Empat individu yang berhasil diamankan dan kini ditahan di Puspom TNI untuk pendalaman lebih lanjut adalah NBB, SL, BHW, dan ES.
Proses pendalaman di tingkat penyidikan terus berlanjut di Puspom TNI. Mayjen Yusri menegaskan, “Kami masih mendalami motifnya,” mengindikasikan bahwa investigasi masih berjalan intensif untuk mengungkap motif di balik serangan terhadap aktivis KontraS tersebut dan menjaring semua pihak yang bertanggung jawab.