
Kita Tekno – , JAKARTA-Buttonscarves kembali merayakan musim Lebaran dengan pendekatan yang lebih artistik melalui kampanye Raya 2026. Tahun ini, brand modest fashion tersebut mengangkat cultural storytelling dengan menjadikan Mesir dan Maroko sebagai sumber inspirasi utama.
Tak sekadar menghadirkan koleksi busana, Buttonscarves membawa audiens dalam sebuah perjalanan visual yang mengeksplorasi kekayaan budaya dari dua negara tersebut. Mulai dari arsitektur, motif tradisional, hingga atmosfer keseharian masyarakatnya, seluruh elemen diterjemahkan ke dalam desain yang khas dan modern.
Founder & CEO Buttonscarves Linda Anggrea mengatakan, pendekatan storytelling menjadi cara brand untuk menghadirkan makna yang lebih dalam dalam setiap koleksi Raya.
: Menag Bicara Perbedaan Lebaran Idulfitri 1447 H: Jangan Ada Jarak Satu Sama Lain
“Raya selalu menjadi salah satu momen yang paling bermakna bagi komunitas kami. Melalui koleksi ini, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar busana, tetapi juga cerita yang dapat menginspirasi,” ujarnya.
Dalam koleksi tahun ini, Buttonscarves menghadirkan dua lini utama, yakni Egypt Series dan Moroccan Series, yang masing-masing memiliki karakter visual yang kuat.
: : WFH Pascalebaran Disiapkan, Airlangga: Berlaku untuk ASN hingga Swasta
Egypt Series menonjolkan nuansa elegan dan simbolik yang terinspirasi dari warisan budaya Mesir. Motif lotus menjadi elemen utama dalam koleksi ini, menghadirkan filosofi kehidupan dan pembaruan yang selaras dengan semangat Ramadan dan Hari Raya.
“Mesir memiliki simbolisme yang kuat dan timeless. Kami mencoba menerjemahkannya ke dalam desain yang tetap relevan dan bisa dikenakan dalam berbagai momen,” kata Linda.
: : 100 Ucapan Lebaran Idulfitri 2026 untuk Dibagikan di Media Sosial maupun Kartu Ucapan
Sementara itu, Moroccan Series tampil lebih ekspresif dengan sentuhan artistik khas Maroko. Inspirasi diambil dari zellige, mosaik tradisional dengan pola geometris yang rumit dan kaya warna.
Melalui interpretasi modern, motif ini dihadirkan dalam desain yang tetap ringan dan wearable, sekaligus memberikan statement pada tampilan Raya.
“Maroko menawarkan kekayaan visual yang sangat khas, terutama melalui pola geometrisnya. Ini menjadi inspirasi besar dalam menghadirkan koleksi yang artistik namun tetap mudah dipadupadankan,” ujarnya.
Selain scarf sebagai signature item, Buttonscarves juga menghadirkan rangkaian Raya apparel yang melengkapi keseluruhan tampilan. Koleksi ini tetap mengusung identitas brand melalui penggunaan Monogram B, sekaligus menjaga kesinambungan visual antara kedua seri.
Secara keseluruhan, koleksi Raya 2026 dari Buttonscarves menghadirkan perpaduan antara nilai tradisi dan pendekatan desain modern. Setiap detail dirancang tidak hanya untuk mempercantik tampilan saat Lebaran, tetapi juga menghadirkan cerita yang memperkaya pengalaman berbusana.
Lebih dari sekadar tren, koleksi ini mencerminkan bagaimana fesyen dapat menjadi medium untuk merayakan budaya, identitas, dan makna kebersamaan yang selalu melekat dalam momen Raya.
“Di balik perayaan, Raya adalah tentang kebersamaan dan berbagi. Kami ingin menghadirkan koleksi yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki makna,” tutur Linda.