Kisah mereka yang pulang lebih awal dan mudik belakangan di Stasiun Senen

Photo of author

By AdminTekno

Pada Senin (23/3) siang, Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, masih memancarkan denyut nadi arus mudik dan balik Lebaran yang kental. Ribuan penumpang memadati setiap sudut, baik yang baru tiba setelah merayakan Idulfitri di kampung halaman, maupun mereka yang baru akan memulai perjalanan menuju sanak saudara. Pemandangan antrean yang mengular panjang dan area tunggu yang penuh sesak, bahkan hingga membuat sejumlah pemudik harus duduk lesehan di lantai, menjadi bukti nyata tingginya mobilitas masyarakat. Berbagai macam barang bawaan, mulai dari tas ransel hingga kardus berisi oleh-oleh khas daerah, turut mewarnai kesibukan stasiun.

Di tengah hiruk-pikuk tersebut, Sulastri (56), seorang pemudik dari Pemalang, memilih kembali ke Jakarta lebih awal. Keputusan ini diambil karena suaminya harus segera kembali bekerja mencari nafkah. “Karena bapaknya mau masuk kerja besok,” jelas Sulastri. Ia berangkat ke kampung halaman tepat pada Hari Raya Lebaran, Sabtu (21/3), namun perjalanan mudik singkat tersebut lebih difokuskan untuk bersilaturahmi dan berkumpul dengan keluarga. “Di Pemalang ketemu keluarga aja,” ungkapnya. Tak lupa, sebagai kenang-kenangan dari kampung halaman, Sulastri membawa aneka oleh-oleh khas daerah seperti kacang, lepet, keripik tempe, dan peyek, yang siap dibagikan kepada kerabat di perantauan.

Berbeda dengan Sulastri, ada pula penumpang seperti Lilin (60) yang baru bisa memulai perjalanan mudik Lebaran-nya menuju Surabaya pada hari ini. Keterlambatan ini bukan tanpa alasan, melainkan karena kesulitan besar dalam mendapatkan tiket kereta api sebelumnya. “Enggak ada tiketnya, kehabisan,” keluhnya. Lilin menuturkan, ia sudah mencoba mencari tiket secara daring sejak seminggu sebelum Lebaran, namun seluruh kuota sudah ludes terjual. “Mau (beli tiket sebelum) Lebaran seminggu gitu, tapi enggak ada,” imbuhnya. Akhirnya, ia beruntung mendapatkan tiga tiket kereta pada H+2 Lebaran, memungkinkan dirinya berangkat bersama anak dan cucunya untuk mengunjungi anggota keluarga lainnya di Surabaya. Mengenai jadwal kembali ke Jakarta, Lilin mengaku belum bisa memastikan. “Enggak tahu,” katanya sambil tersenyum.

Menanggapi fenomena padatnya Stasiun Pasar Senen ini, Franoto Wibowo, Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta, memprediksi puncak arus balik penumpang akan terjadi antara tanggal 23 hingga 29 Maret. “Data menunjukkan bahwa kedatangan tertinggi penumpang diperkirakan terjadi pada periode 23 hingga 29 Maret 2026, dengan volume harian berkisar antara 48 hingga 51 ribu penumpang,” jelas Franoto dalam keterangan tertulisnya. Ia menambahkan bahwa meskipun angka tersebut akan berangsur menurun hingga 1 April, namun volume perjalanan kereta api tetap berada pada tingkat yang signifikan, menandakan berakhirnya periode libur Lebaran.

Leave a Comment