Fakta baru di kasus pembunuhan cucu Mpok Nori: soal karpet hingga cemburu buta

Photo of author

By AdminTekno

Kasus pembunuhan Dwintha Anggary (37), cucu seniman legendaris Betawi Mpok Nori, memunculkan fakta-fakta baru seiring ditangkapnya pelaku pembunuhan, Fuad. Mulai dari jejak pelariannya, hingga teka-teki kenapa dia membawa keluar karpet usai membunuh Dwintha.

Berikut fakta barunya:

Pelaku Melarikan Diri ke Beberapa Kota

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Resa Fiardi Marasabessy, mengungkapkan pelaku sempat berupaya menghilangkan jejak dengan berpindah-pindah lokasi sebelum akhirnya berhasil diamankan.

“Pelaku sempat berpindah-pindah tempat, dari wilayah Bogor hingga Sukabumi,” kata Resa dalam keterangannya, kemarin.

Pelaku ditangkap dalam bus saat ingin pergi ke Pulau Sumatera di Rest Area KM 68 Tol Tangerang-Merak, Serang, Banten, pada Sabtu (21/3) siang sekitar pukul 12.49 WIB.

Muncul Dugaan KDRT

Keluarga mengungkap adanya dugaan KDRT yang dialami Dwintha saat menjalin rumah tangga dengan Fuad. Keduanya pernah menikah siri, namun kini telah berpisah.

Kakak Dwintha, Dian, mengatakan konflik antara adiknya dan Fuad sempat terjadi saat momen Nisfu Sya’ban. Keduanya terlibat cekcok hingga Fuad melontarkan talak kepada Dwintha.

“Pas Nisfu Sya’ban itu mereka cekcok, terus keluar kalimat talak dari pihak laki-laki. Kalau dalam hukum Islam, kalau sudah talak berarti sudah selesai. Dari keluarga kami anggap sudah selesai, tapi dia berdalih hanya emosi,” kata Dian saat ditemui di Jakarta Timur, kemarin.

Fuad disebut tidak terima dengan perpisahan tersebut dan sempat menunjukkan perilaku mengkhawatirkan. Dian mengungkapkan, Fuad pernah melukai dirinya sendiri dengan senjata tajam di depan keluarga korban.

Kejadian itu membuat keluarga panik hingga memanggil polisi, tetapi pelaku melarikan diri saat petugas datang.

“Dia ambil pisau di depan kita. Karena ibu saya histeris, langsung panggil polisi. Pas polisi datang dia kabur,” tutur Dian.

Setelah kejadian tersebut, Dian menyebut bahwa Dwintha dan Fuad akhirnya berpisah. Meski begitu, keduanya masih tinggal berdekatan karena pelaku menyewa kontrakan di sekitar lokasi korban.

“Di situ kami kecolongan, karena dia masih tinggal dekat dan ternyata masih memantau,” ucap Dian.

Cemburu Buta

Polisi mengungkap motif di balik pembunuhan Dwintha. Panit Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKP Fechy J. Ataupah, mengatakan motif pembunuhan diduga kuat dipicu rasa cemburu setelah pelaku memergoki korban bersama pria lain.

“Beberapa hari belakangan terjadi cekcok, sering ribut karena pelaku cemburu dengan korban yang diduga memiliki hubungan dengan laki-laki lain,” kata Fechy kepada wartawan, kemarin.

Menurut pengakuan pelaku, dirinya melihat korban berjalan bersama pria lain di sebuah bazar Ramadan.

“Pelaku melihat korban sedang jalan bersama pria lain di acara bazar Ramadan. Sempat didatangi, ditanya, tapi si prianya pergi, dia kemudian ributlah dengan korban,” ujarnya.

Malam harinya, pelaku kembali mendatangi kontrakan korban dan kembali mendapati korban bersama pria yang sama.

Fuad sempat diminta pergi dari kontrakan korban. Ia lalu kembali ke indekosnya. “Di kosnya dia merenung, emosinya sudah tidak tertahan, dia kembali lagi ke kos korban,” ucapnya.

Pertengkaran kembali terjadi hingga berujung fatal. Pelaku sempat mencekik korban sebelum akhirnya menghabisi nyawa Dwintha dengan pisau yang sudah dibawanya pada Jumat (20/3).

“Pelaku sempat mencekik korban, kemudian karena korban berusaha memberontak, pelaku akhirnya mengambil pisau dan menyayat leher korban,” jelas Fechy.

Bawa Karpet Usai Membunuh

Fuad terekam CCTV melarikan diri dengan membawa karpet usai membunuh. Mengapa?

“Pelaku mengaku bahwa pada saat selesai dia membunuh korban, dia takut dan panik, sehingga dia mengambil membawa karpet itu, sebenarnya tidak ada tujuan spesifik untuk apa,” kata AKP Fechy J. Ataupah.

Dalam rekaman CCTV, pelaku terlihat lari terburu-buru dari lokasi sambil membawa karpet. Polisi telah mengkonfirmasi langsung hal tersebut kepada pelaku saat pemeriksaan.

“Karpet sendiri, kami sudah tunjukkan CCTV tersebut pada saat proses pemeriksaan,” ujarnya.

Fuad Sempat Ingin Bunuh Diri

Fuad sempat berupaya mengakhiri hidupnya usai menghabisi korban. Namun, niat tersebut diurungkan. Ia justru melarikan diri hingga ke luar kota sebelum akhirnya ditangkap polisi.

AKP Fechy J. Ataupah mengungkapkan pelaku sempat berpindah-pindah lokasi setelah kejadian tersebut.

“Pada saat dia melarikan diri, setelah membunuh itu, dia sempat ke luar kota, ke Bogor dan Sukabumi, berpindah-pindah,” kata Fechy.

Saat berada di Sukabumi, pelaku sempat berniat mengakhiri hidupnya. Namun rencana itu tak jadi dilakukan.

“Pada saat di Sukabumi, dia memang sempat mau bunuh diri. Tapi diurungkan niatnya, kemudian dia memilih untuk pergi ke Pulau Sumatera,” ujar Fechy.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 486 Sub 468 KUHP dengan ancaman kurungan penjara selama 15 tahun.

Leave a Comment