Arus balik Lebaran 2026: 78.343 kendaraan melintas ke Jakarta via jalur Pantura

Photo of author

By AdminTekno

Jalur Pantai Utara (Pantura) Kota Cirebon mulai mengalami peningkatan volume kendaraan yang signifikan pada Selasa (24/3).

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon mencatat ribuan kendaraan per jam mulai mengalir deras menuju arah Jakarta seiring dimulainya fase arus balik Lebaran 2026.

Kepala Dishub Kota Cirebon, Andi Armawan, memaparkan bahwa berdasarkan hasil penghitungan statis di lapangan, kepadatan sudah terlihat sejak dini hari.

‎‎“Berdasarkan hasil pemantauan kami sejak pukul 00.00 hingga 20.00 WIB, jumlah kendaraan yang melintas ke arah Jakarta di jalur ini sudah mencapai 78.343 unit. Jika dirata-ratakan, ada sekitar 3.264 kendaraan yang melintas setiap jamnya,” ujar Andi. Selasa (24/3) malam.

Di‎dominasi Kendaraan Roda Dua

‎‎Andi menjelaskan bahwa potret arus balik di wilayahnya masih didominasi oleh pemudik sepeda motor. ‎‎Dari total puluhan ribu kendaraan tersebut, angka keterlibatan roda dua mencapai lebih dari 80 persen.

‎‎“Kondisi ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke kota asal setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri. Dari total kendaraan tersebut, sepeda motor sangat mendominasi arus lalu lintas dengan jumlah mencapai 68.364 unit,” jelasnya.

‎‎Ia merinci bahwa sisa volume jalan diisi oleh campuran moda transportasi lain. ‎‎“Kendaraan lainnya terdiri dari mobil penumpang, kendaraan barang, serta angkutan umum yang turut melintas secara bersamaan di jalur tersebut,” tambahnya.

Peningkatan volume kendaraan ini diyakini Andi sebagai awal dari pergerakan besar pemudik menuju kota perantauan. Namun, ia menekankan bahwa kepadatan malam ini barulah permulaan atau gelombang pertama.

‎‎“Arus balik Lebaran tahun ini kami perkirakan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama arus balik diprediksi berlangsung hingga malam ini,” tutur Andi.

Lebih lanjut, ia mewaspadai adanya lonjakan yang jauh lebih besar pada akhir pekan mendatang.

‎‎“Untuk puncak kedua, diperkirakan terjadi pada 28 hingga 29 Maret 2026. Ini yang perlu kita antisipasi bersama karena kemungkinan volumenya akan lebih padat,” tegasnya.

Menyikapi situasi tersebut, Dishub Kota Cirebon telah menyiagakan personel di titik-titik krusial yang rawan kemacetan, terutama di persimpangan utama jalur arteri Pantura.

‎‎“Kami terus melakukan pemantauan serta pengaturan lalu lintas di sejumlah titik, terutama di jalur arteri yang menjadi salah satu titik krusial pergerakan kendaraan di wilayah Pantura,” kata Andi.‎

Menutup keterangannya, Andi memberikan pesan khusus bagi para pemudik yang tengah menempuh perjalanan jauh. ‎‎Ia meminta agar faktor kelelahan tidak diabaikan demi keselamatan sampai tujuan.

‎‎“Kami mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik agar tetap berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Jangan memaksakan diri jika lelah,” pungkasnya.

Leave a Comment