
Klarifikasi Mulan Jameela soal hoaks pernyataan rendahkan profesi guru jadi salah satu berita populer pada Kamis (26/3). Selain itu ada mengenai barang milik Vidi Aldiano akan disumbangkan ke panti asuhan.
Berikut adalah rangkuman dari 5 berita populer yang menyita perhatian sepanjang hari kemarin.
1. Klarifikasi Mulan Jameela soal Hoaks Pernyataan Rendahkan Profesi Guru
Anggota DPR RI, Mulan Jameela, akhirnya buka suara menanggapi hoaks yang mencatut namanya. Kabar miring yang menyebut Mulan merendahkan profesi guru itu sempat viral di berbagai platform media sosial dan memicu reaksi dari para netizen. Ia menegaskan, narasi itu tidak benar dan sangat dihormatinya profesi guru yang disebutnya sebagai pahlawan pencerdas bangsa.
Mulan Jameela menambahkan, ruang lingkup kerjanya di Komisi VI DPR RI tidak membahas isu pendidikan apalagi yang berkaitan dengan guru. Ia juga menyarankan publik untuk selalu skeptis dan tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum jelas kebenarannya. Momen klarifikasi ini diharapkan mampu menghentikan pusaran hoaks dan mengajak semua pihak untuk lebih bijak dalam menyaring informasi.
2. Keluarga Sepakat Sumbangkan Barang Milik Vidi Aldiano ke Panti Asuhan
Kabar haru datang dari keluarga mendiang Vidi Aldiano yang sepakat mendonasikan barang-barang milik almarhum ke panti asuhan. Ibunda Vidi, Besbarini, mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil agar barang yang menumpuk dapat lebih bermanfaat bagi yang membutuhkan, sekaligus menjadi amal jariyah bagi Vidi.
Tak hanya keluarga, para penggemar setia Vidi Aldiano yang dikenal dengan sebutan Vidis juga turut melanjutkan kebaikan sang idola melalui program sosial “Vidi Tetap Hidup”. Program ini menyasar berbagai kalangan membutuhkan, termasuk anak yatim, duafa, hingga penderita kanker, sejalan dengan keinginan Vidi semasa hidupnya. Ini menunjukkan loyalitas dan kasih sayang yang luar biasa dari para penggemar.
3. HBO Rilis First Look Serial Harry Potter, Kembali ke Hogwarts
Dunia sihir Hogwarts siap kembali menyapa para penggemar! HBO akhirnya merilis tampilan perdana serial Harry Potter yang bikin para Potterhead nostalgia sekaligus penasaran. Foto yang diunggah memperlihatkan Harry Potter muda yang diperankan Dominic McLaughlin berjalan menuju lapangan Quidditch dengan jubah merah-emas khas Gryffindor, memantik *hype* yang luar biasa.
Proses produksi serial ini tengah berlangsung di Warner Bros. Studios Leavesden, lokasi ikonik yang sama dengan film-film orisinalnya. Dengan Francesca Gardiner sebagai showrunner dan deretan pemeran bertabur bintang seperti John Lithgow sebagai Albus Dumbledore serta J.K. Rowling yang duduk di kursi Produser Eksekutif, serial ini siap membawa petualangan baru Harry, Ron, dan Hermione.
4. Denada dan Ressa Rossano Sepakat Berdamai di Momen Lebaran
Momen Lebaran tahun ini membawa kabar baik dari dunia selebriti, di mana Denada dan Ressa Rossano akhirnya sepakat berdamai. Pertemuan penuh haru biru itu diinisiasi oleh orang-orang terdekat kedua belah pihak dan jauh dari sorotan media maupun pengacara, menunjukkan niat tulus untuk berrekonsiliasi.
Suasana kehangatan dan rasa haru tak terbendung saat Denada bertemu dengan Ressa beserta orang tuanya. Pelukan dan air mata menjadi saksi bisu pertemuan yang penuh makna tersebut, membuktikan bahwa silaturahmi dan memaafkan adalah jalan terbaik. Kedua keluarga kini sepakat melupakan masa lalu dan memulai lembaran baru.
5. Meski Proses Kasasi Dihentikan, Penggunaan Lagu “Nuansa Bening” Tetap Harus Izin
Polemik lagu “Nuansa Bening” antara Keenan Nasution-Budi Pekerti dengan Vidi Aldiano akhirnya menemui titik terang. Meski proses kasasi telah dihentikan oleh pihak Keenan Nasution-Budi Pekerti karena pertimbangan kemanusiaan pasca-meninggalnya Vidi, kuasa hukum Minola Sebayang menegaskan bahwa penggunaan lagu tersebut untuk kepentingan komersial tetap harus mendapat izin dari penciptanya.
Minola menjelaskan bahwa penghentian proses hukum tidak lantas membuat lagu itu bebas digunakan tanpa izin, melainkan tetap tunduk pada Undang-Undang Hak Cipta yang berlaku. Keputusan ini diambil sebagai bentuk empati dan bukan karena desakan publik. Ini juga sekaligus meluruskan bahwa perkara di Pengadilan Niaga sebelumnya belum menyentuh pokok perkara, menekankan pentingnya hak ekonomi bagi para pencipta karya.