Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman ibunda musisi Anji, Siti Sundari, yang telah berpulang. Sejumlah kerabat dan orang terdekat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir, termasuk dua sosok penting dari masa lalu Anji: Sheila Marcia dan Wina Natalia. Kehadiran mereka menunjukkan eratnya jalinan hubungan yang tetap terpelihara hingga kini.
Seperti diketahui, Sheila Marcia merupakan mantan kekasih Anji, sementara Wina Natalia adalah mantan istri Anji. Terlepas dari status hubungan di masa lalu, ikatan kekeluargaan mereka dengan Anji dan mendiang ibundanya tetap terjalin dengan sangat baik, menunjukkan kematangan dan rasa hormat yang mendalam.
Anji mengungkapkan bahwa selama hidup, mendiang Siti Sundari memang memiliki kedekatan spesial dengan kedua wanita tersebut. Namun, ia menambahkan bahwa Wina Natalia memiliki intensitas pertemuan yang lebih sering, sehingga menjalin ikatan yang lebih mendalam. “Sheila tadi sudah pulang karena lagi sakit, demam. Tapi Sheila juga cukup dekat sama Mama, walaupun enggak sedekat Minda karena Minda lebih sering ketemu,” ujar Anji, ditemui di TPU Mangun Jaya, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (27/3).
Wina Natalia sendiri tak menampik kedekatan tersebut. Ia bahkan mengaku menganggap ibunda Anji sebagai orang tuanya sendiri. “Aku dekat banget sih, sudah itu Mamaku. Bahkan kalau aku dulu ribut, pasti yang dibelain aku,” kenang Wina dengan haru, menggambarkan betapa kuatnya ikatan batin di antara mereka.
Kebersamaan Wina dengan Siti Sundari diwarnai berbagai momen sederhana namun penuh makna. Mereka kerap berbagi cerita, keluh kesah, hingga tawa dalam setiap pertemuan. “Kita sudah biasa nangis bareng, ketawa bareng, gosip bareng, makan bareng,” imbuh Wina, menunjukkan eratnya hubungan yang tak hanya sebatas mantan menantu.
Tidak hanya para kerabat dewasa, Anji juga membagikan cerita mengenai respons anak-anaknya terhadap kabar duka ini, khususnya sang putra, Saga. Saga ternyata turut menyaksikan langsung momen-momen krusial saat kepergian sang nenek. “Waktu itu saya lagi rekaman sama Saga. Terus saya dikabarin Mama enggak mau bangun, saya langsung kabur. Saga ikut nanya, ‘Kenapa Manji, kenapa? Uti kenapa?'” kenang Anji, suaranya sedikit bergetar.
Momen tersebut menjadi pengalaman pertama bagi Saga dalam menghadapi kehilangan orang terdekat. Meskipun masih sangat muda, Anji menilai putranya cukup tegar, meski tak bisa menyembunyikan rasa sedih yang mendalam. “Dia bilang sedih banget,” ujar Anji, menggambarkan perasaan polos Saga.
Saga sendiri menyimpan banyak kenangan manis bersama sang nenek, “Uti,” sejak ia masih kecil. Ia teringat sering merayakan ulang tahun bersama dan rajin berkunjung ke rumah mendiang di Bekasi. “Kenangannya aku dari kecil udah cukup dekat sama Uti. Aku merayakan ulang tahun bareng, suka kunjung di Bekasi,” ungkap Saga, membagikan momen-momen berharganya.
Ibunda Anji, Siti Sundari, meninggal dunia pada Jumat (27/3) pukul 20.03 WIB. Anji menjelaskan, kepergian sang ibunda bukan disebabkan oleh penyakit, meski sebelumnya beliau memang memiliki riwayat penyakit jantung dan ginjal. Jenazah almarhumah kemudian dimakamkan di TPU Mangun Jaya, Kabupaten Bekasi, setelah sebelumnya disalatkan di masjid yang tak jauh dari rumah duka di kawasan Perumnas 3, Bekasi.