
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menyebut sebanyak 22 persen kendaraan pemudik belum kembali ke Jakarta pada arus balik Lebaran 2026. Peningkatan volume kendaraan diperkirakan mulai terjadi pada Sabtu (28/3) sore.
Hal itu disampaikan Agus berdasarkan hasil perhitungan traffic counting yang dilakukan hingga pagi hari ini. Ia menyebut lonjakan arus diprediksi bisa saja terjadi hari ini dan berlanjut hingga esok hari.
“Dari kalkulasi traffic counting, sampai saat ini kurang lebih hampir sekitar 22 persen. Jadi kemungkinan hari ini juga agak sore bangkitan arus, termasuk juga mungkin besok,” kata Agus di command center KM 29 Tol Jakarta–Cikampek, Cikarang Utara, Sabtu (28/3).

Seiring potensi peningkatan arus, Korlantas Polri juga telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas. Salah satunya adalah penerapan sistem satu arah (one way) untuk arus balik gelombang kedua.
Saat ini, rekayasa lalu lintas berupa one way lokal tahap dua masih diberlakukan dari KM 263 hingga KM 70 Tol Trans Jawa. Pihak kepolisian juga tengah menyiapkan kemungkinan perpanjangan skema tersebut.
“Kami persiapkan untuk kita berlakukan one way tahap 1, tahap 2, tahap 3 sampai nanti kami akan memutuskan apakah perlu dilakukan one way nasional arus balik tahap kedua,” ucapnya.
30 Persen Kendaraan Belum Kembali dari Jawa Barat
Selain kendaraan dari arah Trans Jawa, Agus menyebut arus balik dari wilayah Jawa Barat juga masih cukup tinggi. Tercatat, sekitar 30 persen lebih kendaraan dari kawasan tersebut belum kembali ke Jakarta.
Untuk mengurai kepadatan, jalur fungsional Japek II Selatan turut difungsikan sebagai alternatif bagi pemudik dari arah Jawa Barat.
“Namun demikian bukan hanya yang dari Trans Jawa ya. Yang dari Jawa Barat yang kurang lebih 33% sampai 35% yang kemarin, sisa hari ini masih cukup lumayan, kita kelola dengan baik dengan menggunakan Japek II Selatan fungsional yang cukup strategis,” tuturnya.
Korlantas juga memantau pergerakan kendaraan dari luar Pulau Jawa, khususnya dari jalur Trans Sumatera yang mengarah ke Pelabuhan Merak hingga Cikupa dan Jakarta.
“Termasuk juga kita akan pantau juga dari Trans Sumatera, Bakauheni, Merak, sampai Cikupa, Jakarta,” tambah dia.